SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Penyusunan postur anggaran Kota Samarinda tahun 2027 mengedepankan efisiensi dan mitigasi risiko fiskal. Pemkot Samarinda berkomitmen mematok belanja daerah secara terukur agar struktur APBD tetap sehat dan responsif terhadap fluktuasi penerimaan transfer.
Arah kebijakan keuangan daerah tersebut dibeberkan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, usai menyampaikan Nota Keuangan Raperda APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda.
Andi Harun menerangkan bahwa usai penyerahan nota keuangan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Banggar DPRD akan menguji kecermatan alokasi belanja prioritas di tengah tren pemangkasan dana transfer.
“Penyusunan angka-angka itu harus secermat mungkin dan seteliti mungkin agar kita tidak lagi terjebak pada menyusun rencana belanja yang terlalu over atau optimis. Kita sih berharap semua program penting strategis daerah bisa teralokasi, tapi kita juga harus realistis melihat kondisi APBD kita,” ungkap Andi Harun, Senin malam (21/8/2026).
Menurut Andi Harun, menerapkan skenario penganggaran moderat jauh lebih aman bagi kesehatan kas daerah. Jika nantinya terdapat penyesuaian kenaikan transfer di tengah jalan, alokasi tersebut dapat dimasukkan pada APBD Perubahan.
“Lebih baik kita menyusun rencana yang moderat tapi kemudian APBD-nya sehat. Kalaupun nanti terjadi kebijakan baru dari Pemerintah Nasional lalu menyebabkan ada perbaikan di sisi pendapatan transfer, ya kita akan masukkan nanti di APBD Perubahan 2027, itu malah bisa jadi Silpa,” jelasnya.
Andi Harun menyebut proyeksi awal RAPBD 2027 disiapkan sekitar Rp3,4 triliun, yang ditopang target PAD Rp1,3 triliun serta sisa penerimaan sah lainnya dari pemerintah pusat dan Pemprov Kaltim.(MYG)
![]()
