SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Kondisi cuaca dan paparan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur merubah pola pembelajaran sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim memberlakukan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) secara fleksibel guna melindungi kesehatan para pelajar.

Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, menyampaikan bahwa penetapan BDR mengacu pada tingkat keparahan kabut asap di masing-masing daerah. Wilayah seperti Berau, Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Samarinda telah meliburkan aktivitas tatap muka, sementara wilayah lain seperti Kutai Kartanegara menerapkan kebijakan sesuai kondisi lokal tiap kecamatan.

“Penerapan BDR ini melihat situasi di lapangan. Bisa saja di Tenggarong tidak ada kabut sehingga tetap sekolah tatap muka, tetapi di Marangkayu kabut tebal maka diberlakukan BDR. Begitu juga daerah lain seperti Paser atau Balikpapan, penentuannya mengikut indikator keamanan udara di wilayah tersebut,” ujar Rahmat, saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).

Guna memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi, Disdikbud Kaltim menyiapkan dua skema pembelajaran, yaitu pembelajaran daring melalui kelas virtual dan skema penugasan terstruktur untuk kawasan yang mengalami kendala jaringan internet.

“Kami tekankan BDR ini bukan libur. Pembelajaran dilakukan lewat Zoom, sedangkan untuk daerah yang susah sinyal atau blank spot, guru mengantisipasinya dengan memberikan tugas terstruktur. Tugas itu dikerjakan selama masa BDR, lalu dibahas bersama saat cuaca membaik dan sekolah dibuka kembali,” terangnya.

Rahmat menambahkan bahwa masa berlaku BDR dievaluasi secara fleksibel dan berkala agar tidak mengganggu kalender akademik secara berlebihan.

“Biasanya jangka waktu BDR kami patok per tiga sampai empat hari sambil melihat perkembangan cuaca, atau menyesuaikan edaran resmi dari pemerintah kabupaten dan kota setempat,” tutup Rahmat.(MYG)

Loading

By redaksi