SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Penataan zonasi grosir dan eceran di Pasar Pagi terus dimatangkan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda. Pemkot Samarinda membuka ruang perombakan posisi lapak bagi pedagang yang ingin menyatukan area usahanya di zona grosir lantai atas.
Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani, menegaskan bahwa penempatan pedagang grosir difokuskan di lantai 6 dan 7, sementara pedagang eceran menempati lantai 2, 3, dan sebagian lantai 4.
“Bisa saja ada perombakan posisi. Kalau ada pedagang di lantai bawah yang memiliki beberapa nama lapak atas nama keluarga atau kerabatnya, lalu ingin pindah bersama ke lantai atas untuk jualan grosir, itu tidak masalah dan bisa difasilitasi,” kata Nurrahmani usai rapat, Senin (7/9/2026).
Nurrahmani menambahkan bahwa proses penggabungan lapak grosir dilakukan secara praktis menggunakan sekat partisi non-permanen tanpa merusak struktur gedung. Langkah ini juga dimaksudkan untuk mendorong para pedagang agar segera aktif kembali berjualan.
“Pemasangan partisinya dibuat fleksibel tanpa penjebolan beton. Pembicaraan ini kita buka agar semua pedagang bergerak dan punya harapan untuk kembali aktif berjualan di Pasar Pagi,” jelasnya.
Guna mengawal kelancaran penataan zonasi ini, Disdag Samarinda menjadwalkan dialog berkala bersama perwakilan pedagang setiap hari Senin untuk menuntaskan poin-poin kesepakatan.
“Setiap hari Senin menjadi agenda rutin kita untuk membahas hal-hal teknis dan poin aspirasi pedagang. Konsep yang disepakati bersama ini akan terus kita matangkan agar penataan grosir dan eceran ini berjalan lancar,” tutup Nurrahmani.(MYG)
![]()
