SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Jajaran pengurus BPC Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda resmi dilantik dalam rangkaian Rakerda yang berlangsung di Hotel Five Premiere Samarinda, Rabu (7/10/2026). Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Leny Marlina.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang hadir langsung dalam acara tersebut menekankan betapa pentingnya peran PHRI dalam menggerakkan roda perekonomian daerah, mulai dari kontribusi retribusi, penyediaan lapangan kerja, hingga wadah pemasaran bagi produk UMKM.

“Kontribusi PHRI itu sangat besar, baik di tingkat kabupaten/kota khususnya Kota Samarinda maupun Kaltim. Tadi tuh ada pengusaha sabun yang paparan di depan, dan banyak lagi produk-produk ekonomi kreatif masuk di hotel. Nah oleh sebab itu, pemerintah penting dan kenapa saya hadir, karena itu untuk memberi pesan betapa pentingnya PHRI itu,” kata Andi Harun, Rabu (7/10/2026).

Menanggapi tantangan tren penurunan okupansi akibat efisiensi ekonomi yang berdampak pada PAD sektor jasa perhotelan tahun ini, Andi Harun berjanji akan mengawal dan mempermudah seluruh urusan perizinan para pelaku usaha.

“Apa yang kita bisa berikan? Enggak banyak. Pokoknya beri kemudahan perizinannya, bantu jika mengalami kendala soal SLF kah, soal PBG kah. Pokoknya PHRI Ibu Hj. Leny Marlina sukses terus bersama pengurus. Hotel kita, restoran kita juga tumbuh berkembang,” tegas Andi Harun.

Sejalan dengan arahan Wali Kota mengenai kondisi efisiensi fiskal, Ketua BPC PHRI Kota Samarinda, Leny Marlina, membeberkan bahwa pembatasan belanja pemerintah menjadi tantangan utama yang harus dihadapi pengurus periode 2026–2031.

Leny mengajak seluruh anggotanya untuk mengubah pola pikir agar tidak terus-menerus mengandalkan agenda kegiatan dari instansi pemerintahan.

“Belanja pemerintah sekarang ini sangat-sangat dibatasi, dan belanja juga belanja prioritas yang paling utama, tidak untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di luar kegiatan pemerintahan. Nah, saya mengimbau atau menyerukan kepada seluruh anggota PHRI Kota Samarinda, memang kita jangan terlalu ketergantungan kegiatan-kegiatan kita dengan pemerintah,” tutur Leny Marlina.

Sebagai solusinya, Leny merencanakan skema kolaborasi antar-pengusaha untuk menggelar berbagai agenda atraktif guna menarik minat pendatang ke Kota Tepian.

“Coba kita saling berkolaborasi membangun inovasi, misalkan kita bikin kegiatan atau event secara mandiri untuk mendatangkan para pengunjung. Ini bukan cuma menjadi tugas dari PHRI, tapi bagi para pelaku penggiat ekonomi yang ada di Kota Samarinda untuk bangkit bersama,” tutup Leny.(MYG)

Loading

By redaksi