SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Rencana ekspansi layanan taksi berargo milik Blue Bird ke Kota Samarinda memicu perhatian dari jajaran legislatif. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda didesak untuk memprioritaskan nasib pelaku usaha transportasi lokal serta keberlangsungan angkutan kota (angkot) sebelum memberikan izin operasional armada baru.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Viktor Yuan, menegaskan bahwa masuknya investasi luar tidak boleh meminggirkan pemain lokal yang sudah bertahan di Kota Tepian.
“Saya pikir semua peluang usaha terbuka untuk siapa pun. Tapi yang ingin saya sampaikan kepada wali kota, utamakan pengusaha lokal. Utamakan pengusaha lokal,” ujar Viktor Yuan, Selasa (6/9/2026).
Viktor menggarisbawahi pentingnya komitmen pemerintah daerah untuk merevitalisasi moda transportasi tradisional seperti angkot agar tetap memiliki daya saing, berkaca dari keberhasilan pengelolaan moda angkutan di daerah lain.
“Utamakan kendaraan-kendaraan lokal. Hidupkan angkot yang ada di Kota Samarinda. Seperti di Bogor sana angkot hidup,” jelasnya.
Pemkot Samarinda sendiri saat ini menyiapkan alokasi sekitar 100 armada taksi berargo dalam Rencana Induk Transportasi Kota. Sementara itu, perusahaan taksi berskala nasional tersebut diketahui telah beroperasi di Kota Balikpapan sejak Agustus 2024.
Guna mencegah gejolak sosial di lapangan, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Samarinda ini mengingatkan Pemkot Samarinda agar memperhitungkan secara matang potensi benturan antara angkot, taksi konvensional, hingga penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi (online).
“Imbauan saya supaya pemerintah jeli melihat ini. Karena memang persaingan usaha pada saat ini, terutama pada saat ekonomi seperti ini, tentu harus ada kejelian dari pemerintah kota untuk melihat supaya tidak ada gesekan-gesekan di luar. Terutama antar-pengusaha, antar-sopir, antar-kendaraan angkot,” tegas Viktor.
Oleh karena itu, Viktor berharap regulasi transportasi daerah yang dirancang Pemkot Samarinda dapat menciptakan iklim persaingan yang sehat tanpa mengorbankan mata pencaharian para pengemudi angkutan lokal.(ADV)
![]()
