SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah melalui pengukuhan pengurus baru Forum Generasi Berencana (GenRe) Kota Samarinda masa bakti 2026-2028. Acara pengukuhan yang untuk pertama kalinya mengantongi Surat Keputusan (SK) langsung dari Wali Kota ini dihelat di Aula Gedung Sekretariat PKK Kota Samarinda, Selasa (3/11/2026).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa kehadiran Forum GenRe memegang tanggung jawab besar dalam menjawab berbagai tantangan sosial kontemporer yang dihadapi kalangan remaja, mulai dari fenomena perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, penyalahgunaan narkoba, hingga penyimpangan perilaku.
“Banyak hal yang ada di tengah-tengah masyarakat sekarang, di antaranya kesehatan mental, fenomena perundungan, narkoba, hingga LGBT. Itu menjadi tugas dan tantangan kita bersama, dan kami minta agar Forum GenRe mengambil peran di situ melalui Edukasi Sebaya lewat Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R),” ujar Andi Harun saat memberikan arahan.
Wali Kota menekankan pentingnya pembangunan karakter remaja yang berfokus pada pencegahan perkawinan usia anak, perilaku seksual berisiko, serta penyalahgunaan narkotika. Selain itu, para pemuda didorong untuk terus menuntut ilmu setinggi-tingginya dan membekali diri dengan minimal satu keterampilan khusus guna menyongsong masa depan bangsa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani, mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan status legalitas organisasi yang kini resmi berada di bawah naungan SK Wali Kota, sehingga membuka ruang kolaborasi lintas sektor yang lebih luas.
Deasy menjelaskan bahwa sasaran utama Forum GenRe mencakup rentang usia 10 hingga 24 tahun. Ia berpesan agar para Duta GenRe tidak sekadar menjadi figur penampilan atau kecantikan semata, melainkan agen perubahan yang membawa dampak terukur dan terencana bagi kalangan sebaya.
“Duta GenRe harus bisa memberi pengaruh yang baik dan terukur. Kami menargetkan adanya kejelasan kinerja tahunan, mulai dari jumlah sosialisasi, konselor sebaya, edukasi, hingga frekuensi advokasi yang dilakukan. Dalam waktu dekat, kami juga akan memprakarsai sarasehan pemuda dan remaja se-Kota Samarinda untuk menyatukan langkah seluruh komunitas duta dalam memerangi Triad KKR maupun mental health,” jelas Deasy Evriyani.
Deasy menambahkan, meski dengan keterbatasan anggaran tahun ini di mana acara pengukuhan murni terselenggara secara swadaya dari kas mandiri para pengurus, semangat juang para remaja tidak surut. Ke depan, penguatan program akan dioptimalkan melalui jaringan PIK-R di sekolah, kampus, maupun komunitas, yang didukung penuh oleh para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di tingkat kecamatan.(MYG)
![]()
