SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memperkuat komitmen penanggulangan masalah gizi kronis dengan menggelar forum evaluasi kinerja intervensi stunting untuk Semester I Tahun 2025. Langkah ini merupakan penegasan kembali dedikasi daerah dalam upaya menekan angka stunting secara signifikan. Rapat strategis ini dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Oktober 2025, bertempat di Ruang Diklat Sekretariat Daerah Kubar.
Pertemuan krusial ini berhasil menghadirkan jajaran lengkap pemangku kepentingan yang esensial dalam pelaksanaan program di lapangan. Hadir dalam forum tersebut perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai institusi pendukung lainnya yang terlibat langsung dalam implementasi kebijakan.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyerukan penguatan sinergi multisectoral sebagai kunci utama keberhasilan program. Dalam pidato pembukaannya, Edwin menegaskan perlunya integrasi upaya yang menyeluruh, mencakup tidak hanya sektor kesehatan dan gizi, tetapi juga pendidikan, sanitasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Forum evaluasi ini harus kita manfaatkan sebagai titik tolak untuk mempertebal komitmen kolektif dan kebersamaan,” tegas Bupati. Ia menambahkan bahwa rekomendasi yang dihasilkan harus melampaui diskusi di meja, menuntut solusi yang tidak hanya strategis, tetapi juga implementatif, guna mendongkrak efektivitas program intervensi di lapangan.
Pemerintah daerah menegaskan kembali bahwa stunting melampaui sekadar masalah fisik dan tinggi badan anak; ini adalah manifestasi dari defisiensi gizi kronis yang berdampak jangka panjang. Kondisi ini berisiko besar mengganggu perkembangan kognitif, menurunkan tingkat kecerdasan dan produktivitas, serta secara fundamental mengancam kualitas sumber daya manusia (SDM) Kutai Barat di masa mendatang.
Kubar memproyeksikan forum ini dapat melahirkan peta jalan yang terarah dan berkelanjutan guna mengoptimalkan laju penurunan kasus stunting. Untuk mencapai sasaran tersebut, keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat dianggap vital dalam upaya kolektif mewujudkan generasi Kutai Barat yang unggul, sehat, cerdas, dan memiliki kualitas masa depan yang terjamin. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)
![]()
