SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Harapan massa aksi untuk berdialog langsung dengan Gubernur Kalimantan Timur pupus di akhir demonstrasi, Selasa (21/4/2026). Hingga aksi dibubarkan, Gubernur Rudy Mas’ud tidak hadir menemui ribuan peserta yang sejak siang bertahan di depan Kantor Gubernur Kaltim.

Menjelang pukul 17.40 WITA, mobil komando mulai meninggalkan lokasi sebagai penanda aksi berakhir. Namun, sebagian massa masih bertahan di depan gerbang sambil menyuarakan aspirasi mereka.

Suasana penutupan aksi diwarnai lantunan lagu “Buruh Tani” yang dinyanyikan bersama oleh peserta. Lagu tersebut menjadi simbol penegasan sikap massa atas tuntutan yang belum terjawab.

Sepanjang aksi berlangsung, kondisi di lapangan relatif kondusif. Tidak tampak kericuhan berarti, meskipun aparat keamanan telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menurunkan kendaraan taktis, termasuk water cannon.

Ketiadaan dialog langsung menjadi kekecewaan tersendiri bagi sebagian peserta aksi. Mereka menilai kesempatan untuk berdiskusi sebenarnya terbuka, mengingat situasi aksi tetap terkendali.

Sebelumnya, Rudy Mas’ud menyatakan terbuka terhadap aksi demonstrasi dan tidak menutup kemungkinan untuk bertemu massa.

“Aksi seperti ini biasa saja, tidak apa-apa,” ujarnya sehari sebelum aksi.

Ia juga menyampaikan kesiapan untuk berdialog langsung apabila kondisi memungkinkan.

“Kalau situasi memungkinkan, saya siap menemui dan mendengarkan, bahkan naik ke mobil komando,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan keputusan tersebut bergantung pada situasi keamanan di lapangan dan rekomendasi aparat.

“Tentu kita lihat situasi. Kalau tidak memungkinkan, tidak akan dipaksakan,” jelasnya.

Dalam aksi tersebut, Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Fatur Rahman, menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah daerah.

“Semua tuntutan harus dipenuhi dan dijalankan. Sepakat?” serunya, yang dijawab kompak oleh massa aksi.

Salah satu tuntutan yang mengemuka adalah permintaan audit terhadap sejumlah kebijakan Pemprov Kaltim, termasuk anggaran mobil dinas Rp8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan.

Sebagai penutup, massa membentangkan spanduk bertuliskan #KaltimDaruratKKN di halaman kantor gubernur sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah daerah.

Meski berlangsung dalam jumlah besar dan berjalan tertib, aksi tersebut berakhir tanpa pertemuan langsung antara massa dan gubernur.

Aparat keamanan terus mengimbau peserta yang tersisa untuk membubarkan diri dengan tertib. Beberapa peserta bahkan terlihat bersalaman dengan petugas sebagai tanda berakhirnya aksi.

Tidak terwujudnya dialog yang sebelumnya sempat diwacanakan menjadi catatan penting, sekaligus menyisakan tanda tanya publik terhadap komitmen keterbukaan pemerintah daerah.(MYG)

Loading

By redaksi