SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pasca aksi demonstrasi besar 21 April 2026, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung menggelar operasi pembersihan cepat untuk memulihkan kondisi kota. Langkah ini difokuskan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal tanpa terganggu sisa-sisa aksi.

Dua lokasi utama menjadi prioritas penanganan, yakni kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada dan Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, yang sebelumnya dipadati massa aksi.

Sebanyak 102 petugas diturunkan untuk menangani berbagai jenis limbah sisa demonstrasi, mulai dari sampah umum hingga residu pembakaran yang berpotensi mengganggu lingkungan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan strategi pembersihan pasca-aksi atau post action cleaning.

“Kami menunggu sampai massa benar-benar bubar, baru kemudian tim bergerak serentak untuk melakukan pembersihan,” ujarnya.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena memberi ruang bagi petugas untuk bekerja maksimal tanpa terhambat kerumunan massa. Di kawasan Jalan Teuku Umar, DLH bahkan telah menyiapkan puluhan karung sebagai langkah antisipasi pengumpulan sampah.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan peserta aksi agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Ini sekaligus menjadi pengingat agar aksi dilakukan secara lebih tertib, termasuk dengan mengelola sampah masing-masing,” tambahnya.

Tak hanya di lokasi utama, pembersihan juga dilakukan di sepanjang jalur yang dilalui massa, seperti kawasan Islamic Center, Teras Samarinda, hingga ruas-ruas penghubung lainnya.

Untuk menangani sisa pembakaran ban, DLH mengerahkan armada lengkap yang terdiri dari lima truk sampah, tiga mobil patroli, satu unit road sweeper, serta dua truk tangki untuk penyemprotan area terdampak.

“Petugas langsung melakukan sterilisasi agar sisa pembakaran dan sampah plastik bisa segera ditangani,” jelas Taufiq.

Mayoritas sampah yang ditemukan berupa sisa makanan dan minuman. Meski demikian, DLH menargetkan proses pembersihan awal dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat jam.

Seluruh personel juga dibekali perlengkapan keselamatan kerja guna menghindari risiko dari material berbahaya yang mungkin tertinggal.

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan wajah kota kembali bersih sebelum aktivitas perkantoran dan ekonomi dimulai keesokan harinya.

“Begitu aksi selesai, kami langsung bergerak agar kota kembali nyaman dan bersih untuk masyarakat,” pungkasnya.(MYG)

Loading

By redaksi