SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Menjadi wakil rakyat bukan sekadar duduk di kursi parlemen, melainkan tentang bagaimana hadir dan menjadi solusi nyata di tengah masyarakat. Prinsip inilah yang terus dipegang teguh oleh Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi.
Melalui agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2026, politisi senior dari Partai Golkar ini kembali turun langsung menyapa konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda Kota, dan Sambutan, pada Jumat (22/5/2026) malam.
Bagi Rusdi, reses bukan sekadar gugur kewajiban konstitusi, melainkan momentum emas untuk mempererat tali silaturahmi dan menyerap denyut nadi aspirasi warga.
“Kegiatan reses ini pada intinya adalah silaturahmi. Kami turun langsung untuk mendengar, menyerap, dan berdialog terkait berbagai persoalan pembangunan di Kota Samarinda. Suara warga adalah kompas kami dalam bekerja,” ujar Rusdi.

Sebagai unsur pimpinan DPRD Samarinda, Rusdi dikenal sebagai sosok yang enggan sekadar menerima laporan di balik meja. Ia memaksimalkan fungsi pengawasan, penganggaran, dan pembentukan peraturan daerah dengan terjun langsung ke lapangan hampir setiap hari.
“Kalau saya pribadi, hampir setiap hari turun ke lapangan. Saya lebih senang melihat langsung kondisi nyata di masyarakat agar kebijakan yang kita ambil nantinya benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Dalam dialog yang berlangsung gayeng tersebut, Rusdi juga memberikan edukasi dan keterbukaan informasi terkait kondisi makro ekonomi daerah. Ia tidak menampik adanya sedikit perlambatan dalam gerak pembangunan tahun ini, yang dipicu oleh dinamika ekonomi global serta proses penyelesaian administrasi keuangan di tingkat provinsi dan pusat.
Sebagai informasi, APBD Kota Samarinda tahun 2026 ini diproyeksikan mencapai Rp3,1 triliun. Anggaran ini bersumber dari:
* Pendapatan Asli Daerah (PAD)
* Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi
* Dana Transfer Pemerintah Pusat
Meskipun situasi ekonomi dunia tengah dinamis akibat konflik internasional yang memengaruhi harga BBM dan distribusi energi, Rusdi meminta masyarakat tidak perlu cemas.
“Program pembangunan sebenarnya sudah masuk dalam agenda pemerintah daerah. Kita hanya tinggal menunggu proses transfer anggaran ini masuk ke kas daerah. Begitu cair, roda pembangunan akan langsung dikebut. Saya sangat optimistis kondisi kita akan berangsur membaik,” jelas Rusdi.
Di akhir pertemuannya, Rusdi menitipkan pesan mendalam bagi seluruh warga Samarinda. Ia menekankan bahwa suksesnya pembangunan tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada stabilitas keamanan lingkungan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bijak di era digital, di mana informasi dapat menyebar dalam hitungan detik.
“Sekarang era teknologi, semua informasi cepat tersebar. Karena itu kita harus bijak menjaga kebersamaan dan persatuan. Jangan sampai ada konflik antarwarga, karena kenyamanan dan kedamaian adalah modal utama kita untuk membangun Samarinda yang lebih maju,” pungkasnya.
Melalui reses ini, Rusdi kembali membuktikan dedikasinya sebagai jembatan aspirasi yang tepercaya, membawa harapan warga menuju realisasi pembangunan Kota Samarinda yang lebih baik.(ADV/MYG)
![]()
