SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda tengah gencar mengoptimalkan program digitalisasi sektor perparkiran melalui penyediaan fasilitas kartu parkir berlangganan bagi pemilik kendaraan bermotor di wilayah perkotaan. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen instansi untuk mentransformasikan sistem penataan retribusi tepi jalan secara nontunai demi menjamin transparansi serta akuntabilitas keuangan daerah.

Guna memastikan perluasan informasi program ini berjalan optimal dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, Dishub memanfaatkan berbagai ruang publik di Kota Tepian untuk membuka posko pendaftaran elektronik serta mengedukasi warga mengenai tata cara penggunaan sistem baru tersebut.

“Layanan parkir berlangganan ini dalam waktu dekat akan diluncurkan secara resmi, namun sebelum diluncurkan kami sudah gencar melakukan sosialisasi di acara Car Free Day kemarin, di event Pesta Pedas, bahkan kami juga membuka stan pelayanan di gedung pengujian kendaraan bermotor hingga di kantor-kantor dinas kami,” kata Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, Kamis (9/7/2026).

Manalu menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur digital penunjang program ini sudah rampung dan dapat diakses dengan mudah oleh publik melalui jaringan internet. Format registrasi dan penyetoran dana jaminan layanan juga telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi transaksi keuangan modern yang efisien.

“Untuk kesiapan teknis kami, website pendaftaran sudah ada dan metode pembayaran dilakukan melalui QRIS atau Virtual Account (VA). Mengenai sistem pendaftaran, tarifnya diatur sebesar 400 ribu rupiah untuk sepeda motor per tahun. Pembayaran ini sebenarnya bisa saja dicicil per satu bulan atau per enam bulan, namun kelemahan sistem bulanan adalah pemilik kendaraan harus memperbarui kartu dan mendaftarkannya kembali secara berulang, sehingga masa aktif satu tahun penuh pasti jauh lebih murah dan memudahkan masyarakat,” sambung Manalu.

Lebih lanjut, Dishub mengemas kebijakan tarif ini dengan memberikan formula insentif khusus berupa potongan harga bagi sektor domestik. Keringanan biaya operasional ini ditujukan agar tidak memberatkan struktur pengeluaran dalam satu manajemen rumah tangga yang memiliki armada kendaraan lebih dari satu unit.

“Kami memberikan kemudahan di mana jika dalam satu rumah tangga terdapat empat unit sepeda motor, maka pembayaran untuk kendaraan pertama tetap dikenakan tarif penuh sebesar 400 ribu rupiah per tahun. Namun, untuk kepemilikan kendaraan kedua, ketiga, dan keempat akan mendapatkan potongan harga sebesar 50 persen menjadi hanya 200 ribu rupiah per tahun. Sistem diskon ini kami harapkan dapat memicu antusiasme warga,” urai Manalu.

Pihak dinas memasang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup ambisius dari sektor tata kelola parkir tepi jalan berbasis kartu elektronik ini. Hingga pertengahan tahun berjalan, nilai kontribusi finansial yang masuk ke kas daerah dilaporkan terus bergerak positif seiring dengan adanya instruksi wajib daftar bagi jajaran aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan setempat.

“Target capaian yang kami sampaikan kepada Wali Kota Samarinda semoga bisa menyentuh angka sembilan sampai sepuluh miliar rupiah pada tahun ini. Untuk pergerakan dana awal, data pendaftaran melalui kartu pelanggan saat ini sudah tercatat sekitar 230 juta rupiah yang masuk ke kas daerah, di mana data partisipasi dari aparatur sipil negara di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga sudah kami minta dan akan dilaporkan perkembangannya,” tambah Manalu.

Melalui penerapan regulasi parkir terintegrasi ini, Dishub meminta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar menghentikan kebiasaan memberi draf uang tunai di jalanan. Dengan beralih ke sistem kartu, aliran dana retribusi dipastikan akan langsung terserap ke dalam instrumen pembiayaan pembangunan kota.

“Kami selalu memohon kepada masyarakat untuk membantu menyukseskan program ini, caranya dengan memastikan uang yang disetorkan oleh masyarakat betul-betul masuk ke kas daerah untuk pembangunan daerah dan bukan ke oknum lain. Silakan manfaatkan kanal pendaftaran yang sudah kami sediakan di setiap kegiatan festival atau pameran pembangunan yang sedang berjalan,” pungkas Hotmarulitua Manalu.(MYG)

Loading

By redaksi