SAMARINDA, cakrawalakaltim.com – Wali Kota Samarinda Andi Harun ingin produk air minum dalam kemasan (AMDK) Samaqua milik Perumda Tirta Kencana hadir sebagai pemain yang benar-benar siap bersaing di industri air minum nasional. Karena itu, sebelum dipasarkan secara luas, seluruh aspek usaha mulai dari investasi, kapasitas produksi, strategi pemasaran hingga identitas merek diminta dimatangkan.
Komitmen tersebut disampaikan Andi Harun saat memimpin pembahasan rencana bisnis Samaqua bersama jajaran Perumda Tirta Kencana Samarinda di Balai Kota, Senin (3/8). Dalam forum itu, Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Nor Wahid Hasyim memaparkan perkembangan proyek, mulai dari investasi, target produksi, strategi distribusi hingga konsep promosi produk.
Alih-alih hanya menyetujui rencana tersebut, Andi Harun justru mengulas satu per satu aspek yang dinilai masih perlu disempurnakan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah proyeksi Break Even Point (BEP) dan Return on Investment (ROI).
Menurutnya, investasi yang dikeluarkan harus mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang sehat sehingga bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.
“BEP harus dihitung kembali agar lebih cepat tercapai. Evaluasi kapasitas produksi, struktur biaya, dan potensi pasar harus dilakukan secara menyeluruh sehingga investasi yang ditanamkan benar-benar memberikan hasil yang optimal,” katanya.

Selain sisi investasi, Andi Harun menilai keberhasilan Samaqua sangat ditentukan oleh ketepatan membaca pasar. Ia meminta Perumda lebih dahulu memetakan calon konsumen sebelum memperluas distribusi agar kapasitas produksi tidak melampaui kebutuhan riil.
Menurutnya, peluang pasar dapat dimulai dari sektor perhotelan, perkantoran, sekolah, rumah sakit hingga pelaku usaha. Dengan demikian, strategi pemasaran, produksi, dan distribusi dapat berjalan secara seimbang.

“Jangan sampai strategi pemasarannya lebih besar daripada kemampuan produksinya. Produksi, pasar, dan distribusi harus berjalan seimbang sehingga pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tegasnya.

Tak kalah penting, Andi Harun juga menaruh perhatian pada pembangunan identitas merek. Ia menilai kualitas produk saja belum cukup untuk memenangkan persaingan di industri AMDK yang telah dipenuhi berbagai merek besar.
Karena itu, konsep promosi yang telah disiapkan diminta tidak berhenti sebagai video profil perusahaan, tetapi berkembang menjadi materi promosi yang mampu membangun kedekatan emosional dengan masyarakat melalui pendekatan storytelling, visual yang kuat, serta identitas khas Kota Samarinda.
Dalam pembahasan tersebut, Andi Harun bahkan menawarkan sejumlah alternatif tagline yang mengangkat kebanggaan terhadap Samarinda sebagai bagian dari strategi membangun karakter merek. Menurutnya, kekuatan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh isi kemasan, tetapi juga kemampuan menghadirkan identitas yang mudah diingat sekaligus membedakannya dari produk lain di pasaran.
Ia berharap berbagai penyempurnaan tersebut menjadi bekal sebelum Samaqua diproduksi dan dipasarkan secara luas. Dengan perencanaan bisnis yang matang serta strategi pemasaran yang tepat, Samaqua diharapkan mampu berkembang sebagai produk kebanggaan daerah yang memiliki daya saing di pasar nasional.(zz)
![]()
