SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan gedung SMAN 3 Kota Bangun Darat. Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) karena berdampak langsung pada kelancaran aktivitas belajar mengajar di daerah pedalaman.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, mengungkapkan bahwa kerusakan atap dan ruangan terjadi usai diterjang angin kencang. Akibat keterbatasan ruang kelas yang dapat digunakan, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan fasilitas penunjang lain sebagai ruang kelas sementara.

“Siswa harus belajar di mushola, lapangan perpustakaan, dan lab biologi. Kasihan daerah-daerah yang tertinggal ini, apalagi fasilitasnya memang sangat terbatas,” ungkap Salehuddin, Sabtu (26/9/2026).

Politisi asal Kutai Kartanegara ini mengingatkan bahwa pengawalan terhadap sekolah tersebut memiliki nilai strategis baginya sejak awal pemekaran wilayah hingga pengalokasian anggaran pembangunan fisiknya.

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Kaltim bergerak cepat melakukan inventarisasi kerusakan.
Salehuddin menyarankan agar usulan perbaikan gedung SMAN 3 Kota Bangun Darat diselipkan dalam dokumen KUPA-PPAS 2026 yang saat ini sedang bergulir dalam proses pembahasan rapat anggaran daerah.

“Proses pembahasannya nanti kan ada di Banggar dan TAPD. Penambahan atau penyesuaian anggaran itu ada dinamikanya di sana. Kita harapkan ini disikapi cepat agar anak-anak kita bisa kembali belajar dengan layak,” pungkasnya.(MYG)

 

Loading

By redaksi