SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda terus mematangkan fungsi program Si Jempol Naker (Sistem Jemput Bola Pelayanan Ketenagakerjaan). Tidak sekadar menjadi wadah pendaftaran pencari kerja, platform ini dikembangkan menjadi sarana Labor Market Intelligence guna memetakan kebutuhan tenaga kerja secara riil dan presisi.
Kepala Disnaker Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, mengungkapkan bahwa sesuai arahan Wali Kota Samarinda, Disnaker bergerak aktif menghimpun data potensi pelatihan warga hingga proyeksi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.
“Fungsinya Si Jempol Naker itu menyambung dari itu semua. Keinginan Pak Wali itu Dinas Tenaga Kerja bukan hanya menunggu peluang. Tugas kami nantinya, ini sedang kami himpun, berapa sih yang sudah melakukan pelatihan? Pelatiahannya di mana aja, kita ambil datanya. Nanti data-data mereka ini kita hubungin apabila ada lowongan,” ujar Yuyum Puspitaningrum.
Yuyum menyebutkan bahwa pemetaan tersebut kini telah menyasar hingga tingkat kecamatan dan berkolaborasi dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah serta perguruan tinggi.
“Sekarang ini sudah kami mulai dihimpun perusahaan apa aja yang ada per kecamatan, lalu apa sih kedepannya target tahun depan, ada menerima pekerjaan enggak, jabatannya apa, keahliannya apa. Kita juga menekankan kepada BKK-BKK yang ada di SMK maupun perguruan tinggi untuk melakukan job fair,” paparnya.
Melalui pendataan terpadu dan verifikasi legalitas perusahaan di platform tepian.samarindakota.go.id, Disnaker Samarinda optimistis kualitas para alumni maupun pencari kerja lokal dapat terserap maksimal sesuai standar dunia usaha dan industri.(MYG)
![]()
