SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung perekonomian warga di Kota Samarinda. Namun, untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan pasar yang kian ketat, para pelaku usaha lokal dituntut untuk terus meningkatkan standar produk mereka.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengimbau para pelaku UMKM lokal untuk tidak sekadar berfokus pada volume produksi, tetapi juga memperhatikan aspek estetika kemasan, rasa, serta higienitas produk. Menurutnya, tiga elemen tersebut merupakan kunci utama dalam menarik minat konsumen modern.

Pernyataan tersebut disampaikan Celni saat menerima audiensi Himpunan Mahasiswa Manajemen FEB Untag Samarinda yang berencana menggelar National Entrepreneur Training (NET) bertajuk pemberdayaan pemimpin UMKM masa depan. Celni menilai pelatihan wirausaha harus mampu mengubah pola pikir pelaku usaha agar lebih profesional.

Berdasarkan pengalamannya dalam mendampingi dan menginisiasi berbagai agenda expo UMKM secara rutin di Samarinda, Celni melihat adanya perubahan perilaku konsumen. Masyarakat kini jauh lebih kritis dalam memilih produk makanan maupun kerajinan tangan yang ditawarkan di pasaran.

“Kalau kita sih mendukung aja, yang penting tata cara pengelolaan, kemudian makanan yang dijual, kemudian juga apa kemasannya menarik,” kata Celni Pita Sari, Rabu (21/10/2026).

Ia membeberkan bahwa produk yang sukses di pasaran selalu memenuhi kriteria dasar yang disukai publik. Pengalaman mengawal festival UMKM sebanyak tiga kali dalam setahun memberi gambaran jelas mengenai preferensi pembeli di Samarinda.

“Pengalaman saya melaksanakan kegiatan UMKM setiap tahunnya tiga kali di Kota Samarinda ini, masyarakat itu lebih tertarik kepada rasa, packaging, dan juga kebersihan. Jadi kita berharap dari pihak Pemkot juga melakukan sortir atau kurasi untuk yang akan berjualan,” tambah Celni.

Oleh karena itu, Celni mendorong Pemerintah Kota Samarinda bersama akademisi untuk rutin memberikan edukasi dan pendampingan kurasi bagi pelaku usaha kecil. Pelatihan mengenai pengemasan yang menarik serta penentuan harga pasar yang terjangkau (affordable) menjadi sarana vital agar UMKM lokal dapat bersaing secara sehat di ruang publik strategis.(ADV)

Loading

By redaksi