SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com– Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi lintas sektoral merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas pembangunan dan penegakan hukum di Ibu Kota Kalimantan Timur. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samarinda yang berlangsung di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Rabu (15/4/2026) malam.

Acara tersebut menandai transisi kepemimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda dari pejabat lama, Firmansyah Subhan, kepada pejabat baru, Dr. Haedar. Selain Wali Kota, agenda ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Dalam sambutannya, Andi Harun memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Firmansyah Subhan selama menjabat. Ia mencatat tiga capaian signifikan yang berhasil diraih selama masa kepemimpinan Firmansyah, yakni penguatan penegakan hukum, terciptanya sinergi konstruktif dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, serta terjaganya kondusivitas daerah yang stabil.

“Saya sudah memprediksi tiga capaian utama itu, dan semuanya terbukti nyata. Harmoni yang dibangun selama ini telah memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum di Samarinda,” ujar Andi Harun di hadapan para undangan.

Lebih lanjut, Wali Kota menitipkan tiga agenda strategis kepada Kajari yang baru, Dr. Haedar. Ketiga amanah tersebut meliputi pengawalan terhadap proses pembangunan daerah, penguatan upaya pencegahan korupsi, serta konsistensi dalam menjaga stabilitas daerah. Menurut Andi Harun, preventifitas adalah aspek krusial dalam tata kelola pemerintahan.

“Semakin kuat langkah pencegahan yang dilakukan, maka semakin kecil pula risiko hukum bagi para penyelenggara negara. Soliditas ini harus terus kita rawat melalui komunikasi formal maupun informal,” tambahnya.

Andi Harun juga memaparkan posisi strategis Samarinda yang saat ini berhasil menembus jajaran tiga besar kota paling maju di luar Pulau Jawa berdasarkan indikator nasional. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif dan sinergi yang konsisten antarlembaga di Samarinda.

Di sisi lain, Firmansyah Subhan resmi berpamitan setelah mengabdi selama hampir tiga tahun di Kota Tepian. Ia kini berpindah tugas sebagai Jaksa Ahli Madya pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur. Dalam salam perpisahannya, Firmansyah memuji koordinasi yang terjalin dengan Pemkot dan Forkopimda.

“Samarinda telah menjadi barometer kondusivitas di Kalimantan Timur. Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan yang luar biasa selama ini,” kata Firmansyah.

Menanggapi estafet kepemimpinan tersebut, Kajari Samarinda yang baru, Dr. Haedar, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan fondasi yang telah diletakkan oleh pendahulunya. Mantan Aspidsus Kejati Kaltim ini menegaskan bahwa penegakan hukum tidak dapat berjalan maksimal tanpa adanya kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan sinergi yang sudah terbangun dengan sangat baik ini. Fokus kami adalah memastikan penegakan hukum berjalan selaras dengan percepatan pembangunan di Samarinda,” tegas Haedar.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah dan pemberian cinderamata sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian pejabat lama serta penyambutan hangat bagi pejabat baru. (Z/ADV/DISKOMINFOSMR)

Loading

By redaksi