SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Kota Samarinda kembali mencatatkan rekam jejak signifikan dalam peta pembangunan nasional. Berdasarkan rilis resmi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur ini berhasil melesat ke peringkat ketiga sebagai kota dengan daya saing tertinggi untuk kawasan di luar Pulau Jawa.
Mengantongi skor 4,32, posisi Samarinda kini menempel ketat Kota Medan dan Banjarmasin yang berada di urutan teratas. Pencapaian monumental ini secara otomatis menempatkan Samarinda sebagai satu-satunya daerah perwakilan Kalimantan Timur yang sukses mengamankan posisi di jajaran elit nasional.
Menanggapi prestasi tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi kolektif seluruh pemangku kepentingan di Samarinda.
“Ini hasil kerja semua pihak, termasuk Forkopimda, yang melakukan perbaikan atas semua aspek. Kita sangat bersyukur indeks yang kita hasilkan sangat tinggi, bahkan melebihi provinsi Kaltim,” ungkap Andi Harun.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa raihan ini akan menjadi kompas bagi arah kebijakan pemerintah kota ke depan. Menurutnya, skor IDSD 2025 akan menjadi prinsip utama sekaligus acuan kerja dalam mengakselerasi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di Samarinda.
Penilaian ini sendiri bukan sekadar angka administratif. BRIN mendesain IDSD 2025 sebagai instrumen strategis yang mengadopsi kerangka *Global Competitiveness Index* (GCI) dari *World Economic Forum* (WEF) yang telah dikalibrasi dengan konteks pembangunan nasional.
Untuk mencapai peringkat tersebut, Samarinda harus melewati evaluasi ketat berskala nasional terhadap 508 kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Penilaian dilakukan melalui 50 indikator yang terbagi ke dalam 12 pilar daya saing untuk menguji ekosistem daerah dalam aspek produktivitas, keberlanjutan, dan inklusivitas.
Validitas penilaian ini terjaga melalui penggunaan data sekunder dari kementerian dan lembaga resmi pemerintah tanpa melalui survei lapangan. Hal ini mencerminkan tingginya akurasi sistem pengelolaan data di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.
Bagi Pemkot Samarinda, status ini menjadi pemacu untuk terus memperbaiki kualitas infrastruktur dan pelayanan publik agar standar daya saing daerah tetap terjaga bahkan meningkat di tahun-tahun mendatang.(Z/ADV/DISKOMINFOSMR)
![]()
