SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Rencana penataan infrastruktur perdagangan di Kota Samarinda terus menuai perhatian dari jajaran parlemen. Salah satu agenda besar yang kini tengah hangat diperbincangkan adalah rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk melakukan revitalisasi total terhadap Pasar Segiri pada tahun 2027 mendatang dengan proyeksi anggaran mencapai Rp200 miliar.

Menyikapi rencana mega proyek yang akan mengubah Pasar Segiri menjadi bangunan dua lantai berkonsep semi modern tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, memberikan pandangan kritis sekaligus solutif. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan agar dalam proses perencanaannya, Pemkot Samarinda wajib mengukur secara cermat kapasitas ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Yang jelas pembangunan harus jalan termasuk revitalisasi tadi, cuma ketika tahap pelaksanaan sebelum perencanaan dilihat kondisi keuangan. Apalagi kondisi efisiensi sekarang mesti bijak melihat kondisi yang ada,” ujar Arif Kurniawan.

Arif menekankan bahwa DPRD Kota Samarinda pada dasarnya sangat mendukung setiap upaya pemerintah untuk mempercantik estetika kota dan meningkatkan kenyamanan fasilitas publik. Namun, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan, pemkot dituntut untuk jeli menetapkan skala prioritas agar program penanganan banjir dan pemulihan ekonomi yang tertuang dalam RPJMD tidak terganggu.

Guna menyiasati keterbatasan APBD agar tidak terbebani secara berlebihan, Komisi III menyarankan pemkot untuk mulai melirik skema pembiayaan alternatif yang melibatkan sektor swasta. Salah satu solusi konkret yang ditawarkan adalah penggunaan sistem kerja sama investasi atau model Build Operate Transfer (BOT) yang dinilai jauh lebih aman bagi kas daerah.

“Kayak model Samarinda Grosir itu kan BOT istilahnya. Jadi pemkot enggak mengeluarkan uang, nanti sekian tahun baru diserahkan ke Pemkot. Skema-skema seperti ini bisa menjadi opsi yang sangat baik di tengah keterbatasan anggaran kita,” jelas Arif.

Di samping itu, Arif juga memberikan catatan penting mengenai pentingnya menyelesaikan evaluasi pascarevitalisasi pasar terdahulu sebelum melangkah ke proyek baru. Menurutnya, pemkot saat ini harus fokus memaksimalkan fungsi Pasar Pagi yang dinilai belum sepenuhnya optimal, terutama terkait penataan pembagian kios pedagang serta perbaikan teknis seperti masalah tampias air saat hujan.

Komisi III DPRD Samarinda pun berharap koordinasi dan komunikasi antara pihak eksekutif dan legislatif dapat segera terjalin secara intensif terkait rancangan Pasar Segiri ini. Sinergi yang transparan sejak awal perencanaan diyakini akan melahirkan kebijakan pembangunan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sehat secara finansial bagi Kota Samarinda.(ADV/MYG)

Loading

By redaksi