SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Mendengar langsung suara dari akar rumput merupakan fondasi utama dalam membangun daerah yang maju dan harmonis. Komitmen inilah yang ditunjukkan oleh Anggota DPRD Kota Samarinda dari Fraksi Golkar, Mohammad Novan Syahronny Pasie, saat menggelar agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Jalan Wijaya Kusuma 6, Kecamatan Samarinda Ulu, Sabtu (23/5/2026) sore.
Kehadiran Novan di tengah masyarakat bukan sekadar agenda formalitas paruh waktu, melainkan ruang silaturahmi yang hangat sekaligus wadah strategis untuk menjemput aspirasi yang menjadi prioritas warga setempat.
“Semua aspirasi masyarakat yang disampaikan hari ini tentu akan kami tampung dan perjuangkan sesuai skala prioritas. Mulai dari pembangunan lingkungan, fasilitas masyarakat hingga sektor pendidikan menjadi perhatian kami di DPRD Kota Samarinda,” ujar Novan
Dalam dialog yang berlangsung interaktif tersebut, keberlanjutan program Probebaya menjadi salah satu poin utama yang disuarakan masyarakat. Warga menilai program unggulan ini sangat terasa manfaatnya dalam menstimulus pembangunan di tingkat RT secara cepat dan mandiri.
Selain mempertahankan program yang sudah berjalan baik, warga Wijaya Kusuma juga menitipkan harapan besar terkait perbaikan infrastruktur pengendali banjir. Usulan pembangunan drainase yang representatif mencuat sebagai kebutuhan mendesak guna mengantisipasi genangan air saat intensitas hujan tinggi, demi menjamin kenyamanan serta keselamatan aktivitas warga sehari-hari.
Menariknya, aspirasi warga Samarinda Ulu tidak hanya tertuju pada pembangunan fisik berupa semen dan beton. Masyarakat juga mengusulkan pengadaan fasilitas atau titik kumpul bersama (public space) yang ramah untuk semua generasi, mulai dari para remaja hingga orang tua.
Keberadaan ruang publik di kawasan Wijaya Kusuma ini dinilai krusial sebagai sarana aktivitas sosial positif, wadah komunikasi warga, serta pusat pembinaan moral dan kreativitas generasi muda agar terhindar dari dampak negatif lingkungan.
Di sisi lain, sektor investasi masa depan berupa pendidikan juga tidak luput dari pembahasan. Akses beasiswa pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu diusulkan agar terus ditingkatkan secara merata, sehingga tidak ada anak-anak di Samarinda Ulu yang putus sekolah karena kendala biaya.
Merespons berbagai harapan tersebut, Novan memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif warga. Menurutnya, kepedulian masyarakat untuk menyampaikan kondisi riil di lingkungannya adalah modal utama agar kebijakan penganggaran di dewan bisa berjalan tepat sasaran.
“Melalui reses ini kami bisa mengetahui secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tentunya seluruh usulan akan kami bawa dan bahas bersama pemerintah kota agar dapat direalisasikan sesuai kemampuan anggaran dan prioritas pembangunan,” pungkas Novan Syahronny Pasie.(ADV/MYG)
![]()
