SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Manajemen pengelolaan keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan bahwa draf kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan tidak akan mengorbankan hak-hak dasar dan kesejahteraan para pegawai daerah. Pemkot memposisikan belanja pegawai sebagai instrumen likuiditas krusial yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat di sektor informal.
Meskipun pengetatan operasional dilakukan secara masif pada komponen belanja barang dan jasa, jajaran eksekutif tetap mempertahankan stabilitas penyaluran tunjangan kinerja aparatur. Langkah kompromi ini diambil agar produktivitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pelayanan publik tetap terjaga secara optimal di tengah iklim penghematan.
“Gaji dan tunjangan itu berputar di masyarakat, itu menggerakkan ekonomi. Tidak bisa langsung drastis, harus ada transisi,” tutur Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Andi Harun mengakui bahwa pemenuhan batas maksimal pagu belanja aparatur sesuai dengan koridor regulasi nasional membutuhkan fase penyesuaian yang dilakukan secara bertahap. Kebijakan transisi ini dipilih agar struktur makro ekonomi daerah tidak mengalami kejutan yang dapat memicu kelesuan pasar ritel domestik di Kota Tepian.
Guna menutupi beban fiskal tersebut, pemkot memberlakukan aturan ketat yang melarang penggunaan dana daerah untuk pembiayaan narasumber internal dari kalangan pejabat pemprov sendiri. Para kepala bidang maupun jajaran asisten diwajibkan menggunakan kapasitas kedinasan secara swadaya tanpa menuntut tambahan honorarium operasional di luar ketentuan baku.
“Bukan dikurangi, tapi yang boros kita stop 100 persen,” tambah Andi Harun.
Jajaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Samarinda diinstruksikan untuk memperketat draf verifikasi dokumen pencairan anggaran dari tiap-tiap sekretariat instansi teknis. Konsistensi pengawasan di lini hulu administrasi ini diharapkan mampu mengamankan ketersediaan dana cadangan daerah untuk mengantisipasi dinamika fluktuasi ekonomi nasional ke depan.(MYG)
![]()
