SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Penataan organisasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi berjalan melalui pelantikan 110 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pelantikan yang mencakup Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, hingga Jabatan Fungsional ini mengacu pada pola pembinaan karier yang terencana, objektif, transparan, dan berkelanjutan.
Pemprov Kaltim menegaskan bahwa pengisian draf jabatan baru ini didasarkan pada kompetensi dan integritas demi memperoleh pemimpin terbaik pada posisi yang tepat. Proses pengangkatan ini juga memberikan perhatian khusus kepada empat Pejabat Fungsional Ahli Utama yang diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) sebagai jenjang profesional tertinggi yang strategis.
“Penempatan pejabat pada hari ini merupakan implementasi dari sistem merit yang berbasis manajemen talenta. Artinya, bahwa setiap penugasan dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, integritas, dan kebutuhan organisasi. Melalui manajemen talenta, pemerintah daerah membangun pola pembinaan karier yang lebih terencana, objektif, transparan, dan tentunya berkelanjutan,” tutur Gubernur Kaltim, Rudy Masud saat menyampaikan sambutan di Gedung Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (29/6/2026).
Rudy Masud menerangkan bahwa jabatan baru yang diemban oleh para aparatur merupakan sebuah tanggung jawab besar untuk melayani seluruh masyarakat Kaltim. Oleh sebab itu, seluruh pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjadi penggerak organisasi, memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah, serta mendorong inovasi pelayanan publik yang berorientasi pada akuntabilitas.

Perubahan draf struktural PNS pada Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama menempatkan Aji Muhammad Fitra Firnanda sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Asisten I) setelah sebelumnya memimpin Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera). Rotasi juga terjadi pada Muhammad Faisal sebagai Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) dan Ririn Sari Dewi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang saling bertukar posisi dinas.
Selanjutnya, Puguh Harjanto dipindahkan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) menjadi Staf Ahli Bidang III, sementara kursi Kepala DPMPD kini diisi oleh Siti Sugiyanti. Formasi pimpinan ini dilengkapi dengan dilantiknya Arief Mudiyatno sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Syarifah Alawiyah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Ahmad Jais selaku Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo.
“Kami juga menegaskan bahwa setiap jabatan adalah amanah, bukan sekadar kedudukan, tapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab, integritas, dan dedikasi untuk melayani seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” tambah Rudy Masud.
Pada akhir sambutannya, gubernur turut mengapresiasi kinerja Iwan Setiawan yang bertransisi dari Kepala Biro Organisasi menjadi Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Ahli Utama. Pesan penutup juga disampaikan kepada Dokter Ahli Utama untuk mengutamakan keselamatan pasien, serta kepada tenaga fungsional pranata komputer, arsiparis, dan pustakawan untuk menjadi pilar tata kelola pemerintahan, sebelum acara ditutup dengan pembacaan pantun dan seruan menjaga solidaritas Korps Korps Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kaltim.(MYG)
![]()
