SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Komisi IV DPRD Kota Samarinda mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk segera menaikkan insentif serta bantuan operasional bagi para kader Posyandu di seluruh rukun tetangga (RT). Pihak Komisi IV menilai, nilai insentif yang diterima para kader saat ini sudah sangat tidak sebanding dengan lonjakan beban kerja yang harus mereka tanggung di lapangan.
Kondisi ini diperparah dengan diterapkannya sistem baru berupa Integrasi Layanan Primer (ILP). Sistem ini memaksa fungsi pelayanan Posyandu yang semula hanya berfokus pada balita, kini melebar drastis hingga mencakup seluruh siklus hidup masyarakat di tingkat akar rumput.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti menyoroti ketimpangan yang dialami para kader Posyandu selaku ujung tombak pelayanan kesehatan dasar bentukan pemerintah daerah tersebut.
“Saat ini program pelayanan kesehatan masyarakat sangat banyak. Kalau dulu Posyandu itu hanya mengurus balita, sekarang dengan adanya sistem ILP (Integrasi Layanan Primer), pelayanannya terintegrasi untuk semua usia. Jadi kader harus mengurus balita, remaja, lansia, ibu hamil, hingga anak sekolah sekaligus. Yang diurus begitu banyak, tapi kalau insentif yang diberikan sangat sedikit, rasanya kok tidak manusiawi,” kritik Sri Puji Astuti.
Puji memaparkan bahwa selama ini para kader kerap mengeluhkan ketiadaan biaya penunjang operasional yang memadai untuk mendukung pergerakan mereka di lapangan. Padahal, tugas pendataan dan pelayanan yang mereka lakukan membutuhkan mobilitas serta koordinasi yang intensif.
Oleh karena itu, parlemen meminta pemerintah kota tidak hanya menuntut kinerja maksimal dari para kader, tetapi juga harus mengimbanginya dengan pemenuhan hak-hak dasar dan fasilitas kerja yang layak.
“Kader di lapangan itu juga butuh seragam, butuh uang transportasi untuk bergerak dari rumah ke rumah, serta dana komunikasi untuk koordinasi dan pendataan. Kami sangat berharap aspirasi peningkatan insentif ini bisa diakomodir oleh pemerintah kota. Kuncinya, kita harus bersama-sama memperbesar capaian PAD (Pendapatan Asli Daerah) agar ruang anggaran kita cukup untuk memanusiakan para kader kesehatan yang sudah bekerja keras ini,” pungkas Sri Puji Astuti.(ADV/MYG)
![]()
