SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Keinginan sejumlah pedagang Pasar Pagi Samarinda untuk berpindah ke lantai bawah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Kondisi ini dinilai belum sesuai dengan skema penataan kawasan yang sejak awal dirancang untuk meratakan sebaran pedagang hingga ke lantai atas.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan bahwa dinamika penataan ini akan dibahas khusus bersama Tim Penertiban dan Penataan Kawasan Pasar Pagi guna mencari solusi sesuai regulasi.
“Kita berharap teman-teman pedagang ini mau naik menempati lantai atas, tetapi yang terjadi malah yang di atas ingin turun, sementara tidak ada pedagang di bawah yang mau pindah ke atas. Karena penataan harus mengacu pada aturan yang berlaku, persoalan ini akan kami bawa ke rapat tim,” ujar Nurrahmani, Selasa (15/9/2026).
Nurrahmani membeberkan bahwa Disdag sejauh ini telah membuka ruang komunikasi bagi pedagang yang ingin bertukar posisi. Dari hasil pendataan, aspirasi pedagang cukup beragam, mulai dari permohonan turun lantai hingga penggabungan unit kios.
“Permintaan pedagang tidak serta-merta kita setujui semua, data mereka sudah kami beri tanda khusus. Untuk pedagang di lantai 6 yang ingin pindah atau bergabung di lantai 7, itu sudah dapat lampu hijau untuk diproses. Sementara untuk usulan perpindahan ke lantai bawah, masih menunggu keputusan resmi dari tim,” jelasnya.
Guna meredam kekhawatiran pedagang terkait sepinya pembeli di lantai atas, Nurrahmani menegaskan bahwa Pemkot Samarinda akan memperbaiki ekosistem pasar melalui pembenahan fasilitas dan agenda pemicu keramaian, tanpa harus menggunakan tindakan represif.
“Kekhawatiran lantai atas sepi pembeli harus dijawab dengan perbaikan ekosistem. Salah satu caranya, kita pertimbangkan menggelar event di lantai atas agar pengunjung mau masuk dan melintas di area kios dalam gedung. Kita inginnya tidak ada penertiban, sebab penertiban itu sebenarnya langkah paling akhir,” pungkas Nurrahmani.(MYG)
![]()
