SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Keterisolasian wilayah Dusun Loa Kumbar di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, masih menjadi kendala utama mobilitas warga serta tenaga pendidik. Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meloloskan alokasi anggaran pembangunan akses jalan darat yang memadai.

Saat melakukan kunjungan lapangan, jajaran Komisi IV mendapati jalur darat penghubung dari Loa Buah menuju Loa Kumbar masih didominasi jalan tanah yang licin, terjal, dan bersisian langsung dengan jurang berbahaya.

“Akses jalan dari Loa Buah ke Loa Kumbar memang kalau jalan darat itu kami sudah melewati sendiri. Ada jalan yang sudah separuh dicor, tapi separuhnya lagi adalah jalan tanah dengan kondisi yang terjal dan jurang. Nah, ini yang mereka harapkan bisa dibangunkan jalan jadi mempermudah akses mereka,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Akses jalan yang buruk ini tidak hanya membahayakan keselamatan delapan orang guru yang saban hari bertaruh nyawa menuju sekolah, tetapi juga mengisolasi perekonomian masyarakat setempat dari pusat Kota Samarinda.

Puji menegaskan pembenahan infrastruktur dasar merupakan kunci utama untuk membuka keterisolasian wilayah, sehingga layanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan dapat masuk secara optimal.

“Pemerintah sudah membangunkan gedung SD di sana dengan 50 murid. Sekarang tugas kita adalah memastikan akses jalannya aman agar guru dan anak-anak tidak lagi merasa terisolir,” tandas Puji.(ADV)

Loading

By redaksi