SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menegaskan kembali komitmennya untuk mengokohkan kemitraan strategis dengan institusi adat, sebuah langkah krusial dalam upaya menjaga integritas nilai-nilai budaya dan mempercepat pembangunan daerah yang berlandaskan prinsip keadilan. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dalam acara Pengukuhan Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat (PDA Kubar) yang diselenggarakan di Taman Budaya Sendawar, Rabu (29/10/2025).
Dalam pidato kuncinya, Bupati Edwin menjelaskan bahwa seremoni pengukuhan ini memiliki makna yang jauh melampaui formalitas protokoler. Menurutnya, acara ini merupakan bagian fundamental dari upaya kolektif untuk memperkuat eksistensi dan relevansi lembaga adat di tengah gempuran modernisasi dan perubahan zaman yang masif.
“Adat istiadat dan kekayaan budaya adalah identitas luhur masyarakat Kutai Barat, warisan tak ternilai dari para leluhur. Nilai-nilai sakral ini wajib kita jaga agar tidak tergerus waktu dan harus terus difungsikan sebagai pedoman etika serta arah hidup bagi seluruh masyarakat kita,” tegas Frederick.
Edwin menaruh harapan besar agar kepengurusan baru PDA Kubar dapat bertransformasi menjadi mitra proaktif pemerintah daerah, baik dalam inisiatif pelestarian kebudayaan maupun program pengembangan masyarakat. Ia memandang Presidium Dewan Adat sebagai platform sentral yang memiliki fungsi ganda: sebagai benteng perjuangan dan pelestarian nilai-nilai tradisional, forum komunikasi yang efektif bagi seluruh komunitas adat, sekaligus instrumen pemersatu di tengah keragaman demografi Kutai Barat.
Lebih lanjut, Bupati secara eksplisit menggarisbawahi urgensi sinergi tripartit antara lembaga adat, jajaran pemerintahan, dan publik. Kolaborasi yang harmonis ini dinilai krusial untuk penegakan norma-norma adat, perlindungan hukum atas hak-hak komunal masyarakat adat, serta penyelesaian setiap persoalan sosial dengan mengedepankan pendekatan kearifan lokal yang telah teruji.
“Saya memiliki keyakinan penuh bahwa melalui sinergi yang kokoh, kita mampu menjaga peninggalan agung leluhur sembari mewujudkan pembangunan Kutai Barat yang berbudaya, berkeadilan, dan bermartabat,” ujarnya optimis.
Frederick Edwin menutup sambutannya dengan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tokoh adat, panitia, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan acara ini. Ia berharap momentum pengukuhan ini menjadi katalisator bagi kebangkitan kelembagaan adat untuk terus memberikan kontribusi substansial dalam proses pembangunan. “Selamat bertugas kepada seluruh pengurus yang baru. Semoga amanah yang diemban ini mampu mendatangkan manfaat maksimal bagi masyarakat adat dan kemajuan daerah yang kita cintai,” pungkasnya. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)
![]()
