SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) meluncurkan inisiatif masif untuk menutup celah digital yang masih melanda wilayahnya. Dari total 193 desa dan kelurahan yang ada, dilaporkan bahwa sebanyak 46 kampung saat ini masih tergolong sebagai area nirsinyal atau *blank spot*, yang belum menikmati layanan akses internet memadai.
Kondisi ini menjadi prioritas mendesak bagi otoritas daerah. Bupati Kubar, Frederick Edwin, menegaskan bahwa persoalan minimnya konektivitas tersebut secara fundamental menghambat kemajuan sektor pendidikan, pertumbuhan ekonomi lokal, serta efektivitas pelayanan publik.
“Kami berupaya keras memastikan tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dari sisi konektivitas. Akses internet kini telah menjelma menjadi kebutuhan infrastruktur dasar yang sangat vital,” ujar Edwin, menggarisbawahi pentingnya langkah ini.
Untuk mengatasi ketertinggalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubar kini mengintensifkan koordinasi dengan kementerian terkait guna mempercepat realisasi pembangunan *Base Transceiver Station* (BTS). Fokus utama pembangunan akan dialokasikan di 12 kecamatan yang paling membutuhkan.
Bupati Edwin menjelaskan bahwa penanganan infrastruktur digital tidak hanya menyasar 46 kampung yang benar-benar tanpa sinyal, tetapi juga mencakup 45 kampung lain yang saat ini hanya memiliki kualitas jaringan yang sangat lemah.
“Seluruh titik ini akan kita tangani secara progresif dan bertahap. Ini merupakan komitmen daerah,” tambah Edwin.
Pemenuhan prasyarat konektivitas digital ini dianggap krusial untuk mendukung implementasi tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (*e-Government*) yang lebih efisien dan transparan. Pemerintah daerah Kubar berkomitmen memastikan bahwa modernisasi teknologi dan manfaat digital harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)
![]()
