SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com — Administrasi Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kini memfokuskan gerak kerjanya pada lima pilar strategis yang dirancang untuk mewujudkan visi daerah: “Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil merata, dan beradat.” Langkah ambisius ini merupakan panduan utama yang ditetapkan Bupati Frederick Edwin dalam upaya mendorong transformasi wilayah secara komprehensif.

Dalam kesempatan menyampaikan pidato kunci saat puncak perayaan Festival Danau 2025 di Taman Budaya Sendawar, Rabu (5/11/2025), Bupati Edwin menjelaskan bahwa lima program unggulan ini menjadi penentu arah pembangunan daerah. Kelima fokus tersebut mencakup upaya peningkatan mutu sumber daya manusia hingga reformasi tata kelola pemerintahan.

Berikut adalah rincian lima agenda pembangunan utama Kutai Barat di era Frederick Edwin:

1. **Peningkatan Kualitas SDM yang Berkeadilan:** Memprioritaskan peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) melalui aksesibilitas pendidikan dan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
2. **Percepatan Infrastruktur Dasar Berkelanjutan:** Memastikan percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang vital, mencakup jaringan jalan, jembatan, listrik, penyediaan air bersih, dan telekomunikasi, dengan jangkauan wajib hingga ke pelosok kampung.
3. **Penguatan Fundamental Ekonomi Kerakyatan:** Mendorong penguatan fundamental ekonomi lokal dengan fokus utama pada pemberdayaan petani, nelayan, serta memacu pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar pelaku ekonomi lokal dapat berdaya saing.
4. **Keseimbangan Budaya dan Lingkungan:** Menjaga keseimbangan pembangunan melalui pelestarian lingkungan hidup dan penguatan nilai-nilai adat serta kearifan lokal yang menjadi identitas kebudayaan Kutai Barat.
5. **Reformasi Tata Kelola Pemerintahan:** Melaksanakan reformasi birokrasi secara menyeluruh untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, responsif, dan sepenuhnya berorientasi pada kepentingan publik.

Bupati Edwin menekankan bahwa implementasi kelima agenda utama ini dijiwai oleh filosofi lokal yang kuat, yaitu semangat **Sempekat**. Semangat yang secara harfiah berarti “bersatu hati dalam kebersamaan” ini menjadi fondasi utama kolaborasi pembangunan.

Ia secara tegas menolak anggapan bahwa pembangunan merupakan tugas eksklusif pemerintah semata. Sebaliknya, Edwin menegaskan bahwa sinergi tripartit—antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta—adalah prasyarat mutlak untuk mencapai kemajuan.

“Pemerintah hanya berperan sebagai katalisator awal, namun kekuatan pendorong sejati terletak pada partisipasi aktif masyarakat. Dengan kolaborasi yang diwujudkan melalui semangat *Sempekat*, saya optimistis Kutai Barat akan mencapai kemajuan yang kompetitif dan berdaya saing global,” pungkasnya. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)

Loading

By redaksi