SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Kecamatan Muara Lawa menunjukkan keseriusan penuh dalam menyambut perhelatan akbar Dahau Kutai Barat tahun ini. Sinergi antara pemerintah distrik, administrasi kampung, dan warga lokal diperkuat, tidak hanya demi suksesnya ritual adat tahunan tersebut, tetapi juga untuk menopang agenda pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut. Camat Muara Lawa, Edy Murhamdi, menegaskan bahwa persiapan logistik dan partisipatif telah mencapai tahap akhir, memastikan seluruh kegiatan dapat berjalan lancar.
Menggarisbawahi dukungan penuh ini, Edy Murhamdi mengungkapkan bahwa anggaran signifikan telah dialokasikan untuk menyokong perayaan budaya tersebut. “Pemerintah kecamatan telah berkomitmen dan mengucurkan dana sebesar Rp100 juta. Dana tersebut dikhususkan untuk membiayai kebutuhan persiapan dan seluruh kelengkapan acara,” jelas Edy baru-baru ini, merujuk pada upaya memastikan kelancaran penyelenggaraan Dahau.
Persiapan teknis dilakukan secara masif dan terstruktur. Salah satu fokus utama adalah pengerahan 150 personel khusus yang dipersiapkan untuk tampil dalam upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bagian dari rangkaian Dahau. Seluruh kebutuhan fundamental peserta—mulai dari pakaian adat, instrumen upacara, hingga fasilitas mobilisasi dari delapan kampung ke lokasi utama perayaan—telah dipersiapkan secara matang jauh hari sebelumnya.
Edy memerinci komposisi kontingen yang terlibat. Delapan puluh peserta inti berasal dari delapan kampung yang ada di Muara Lawa, di mana setiap kampung mengirimkan sepuluh delegasi terbaiknya. Angka ini diperkuat oleh partisipasi aktif dari perwakilan lembaga adat setempat serta staf dan personel dari kantor kecamatan, sehingga mencapai total 150 orang yang siap menyemarakkan acara.
Guna mengintensifkan nuansa perayaan hingga ke lapisan masyarakat, penataan visual lingkungan juga menjadi prioritas. Pemasangan spanduk besar (baliho), bendera hias (umbul-umbul), dan ornamen khas lokal ditempatkan di lokasi strategis di seluruh penjuru kecamatan. “Kami ingin semangat Dahau merasuki setiap kampung. Ini melampaui sekadar seremoni; ini adalah manifestasi kolektif dari kebanggaan budaya yang harus dimiliki bersama oleh seluruh masyarakat Muara Lawa,” pungkasnya. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)
![]()
