SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memacu transformasi ekonomi daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi sebagai mitra utama Ibu Kota Nusantara. Enam klaster ekonomi disiapkan untuk menopang kebutuhan kawasan ibu kota baru dan mendorong diversifikasi sektor unggulan.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, peran Kaltim tidak sebatas wilayah penyangga, melainkan harus menjadi pusat produksi dan distribusi berbagai komoditas strategis. Fokus diarahkan pada pangan, industri, jasa, serta pariwisata.

Dalam bidang pertanian, Kaltim menargetkan kemandirian pangan pada 2026. Ia menyebut, peningkatan produksi terus menunjukkan kemajuan signifikan.

“Awalnya baru sekitar 30 persen, sekarang sudah 60 persen. Kami optimistis akhir 2026 bisa mencapai swasembada,” ujar Seno Aji dalam diskusi panel di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/1/2026).

Untuk mempercepat target tersebut, pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian akan mencetak sawah baru seluas 25 hektare. Produksi dari lahan ini akan diarahkan memenuhi kebutuhan lokal sekaligus menyuplai kawasan IKN.

Di sisi lain, sektor industri dan jasa mulai dikembangkan sebagai motor baru perekonomian. Seno menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif dengan membuka peluang di bidang manufaktur dan pariwisata.

“Pertumbuhan IKN akan mendorong mobilitas besar. Ini peluang bagi pariwisata dan jasa di Kalimantan Timur,” katanya.

Pengembangan klaster disesuaikan dengan potensi wilayah. Kutai Kartanegara diproyeksikan menjadi pusat pertanian dan ekowisata, Penajam Paser Utara diarahkan sebagai basis industri, sedangkan Samarinda diposisikan sebagai simpul logistik dan industri.

Balikpapan dan daerah mitra lainnya akan difokuskan mengembangkan sektor energi, permukiman, serta jasa penunjang.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, mengapresiasi arah kebijakan tersebut. Ia menilai kemandirian pangan menjadi indikator penting kesiapan daerah mitra.

“Kebutuhan dasar idealnya dipenuhi dari wilayah sekitar, bukan terus bergantung dari luar,” ujarnya.

Meski dukungan IKN kini meluas hingga luar Kalimantan, Thomas menegaskan Kalimantan tetap menjadi prioritas utama dalam strategi kemitraan pembangunan ibu kota baru.(MYG)

Loading

By redaksi