SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com — Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda terus memperkuat komunikasi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat melalui forum diskusi publik bersama Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Samarinda.
Kegiatan yang digelar di D’Bagios Cafe, Kamis (12/2/2026) lalu tersebut mengangkat tema peningkatan kualitas dan jangkauan layanan air bersih, serta menjadi ruang dialog antara Perumda Tirta Kencana dengan mahasiswa dan masyarakat.
Asisten Manajer Humas dan Kesekretariatan Perumda Tirta Kencana, Khaidir Fadly, menyampaikan bahwa forum seperti ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan melalui masukan langsung dari masyarakat.
“Perumda Tirta Kencana sangat terbuka terhadap masukan dan aspirasi masyarakat. Forum diskusi ini menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai informasi sekaligus menerima umpan balik guna perbaikan layanan ke depan,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, jajaran manajemen Perumda Tirta Kencana yang hadir sebagai narasumber, di antaranya Direktur Utama Nor Wahid Hasyim, Direktur Pelayanan Widyastuti Supartinah, dan Direktur Teknik Kaharuddin, memaparkan berbagai upaya peningkatan layanan, termasuk pemerataan distribusi hingga ke wilayah pinggiran.
Sejumlah isu yang dibahas meliputi gangguan distribusi air, kualitas air, hingga rencana penyesuaian tarif. Khaidir menjelaskan bahwa gangguan seperti air keruh atau aliran yang tidak lancar umumnya terjadi akibat proses perbaikan jaringan perpipaan.
“Air keruh atau berwarna dapat terjadi setelah perbaikan pipa, begitu pula distribusi yang belum optimal biasanya berkaitan dengan pekerjaan jaringan. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi gangguan agar dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia menambahkan, Perumda Tirta Kencana telah menyediakan berbagai kanal pengaduan resmi yang dapat diakses masyarakat, seperti layanan contact center, website, hingga media sosial, guna memastikan setiap keluhan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Selain itu, Perumda juga terus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan pengaduan, termasuk mendorong inovasi penyebaran informasi di tingkat lingkungan.
Terkait tarif air, Khaidir menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat serta keberlanjutan layanan.
“Penyesuaian tarif dilakukan secara terukur dan bertahap, serta tetap memperhatikan prinsip keterjangkauan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui forum ini, Perumda Tirta Kencana berharap terjalin sinergi yang lebih kuat dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mendukung peningkatan kualitas layanan air bersih di Kota Samarinda.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung pelayanan yang lebih baik, termasuk dengan menyampaikan laporan secara tepat dan menggunakan air secara bijak,” tutup Khaidir.(zz)
![]()
