SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – ​Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur memastikan ketersediaan hewan kurban untuk menyambut Iduladha 1447 Hijriah dalam posisi surplus. Langkah antisipasi ini diambil dengan menyiapkan stok yang jauh melampaui proyeksi kebutuhan masyarakat guna menjamin stabilitas pasokan dan mencegah kelangkaan di pasar.

​Berdasarkan data terbaru, stok yang tersedia saat ini mencapai 28.688 ekor, sementara estimasi kebutuhan masyarakat diperkirakan hanya berada di angka 18.525 ekor. Plt Kepala DPKH Kaltim, Fadly Sufiani, menyatakan bahwa penyediaan stok yang lebih banyak merupakan strategi pemerintah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meskipun terjadi lonjakan permintaan mendadak.

​”Kami memilih untuk menyiapkan stok lebih banyak daripada kebutuhan agar saat permintaan masyarakat meningkat, hewan kurban sudah tersedia di lapangan. Total stok yang tersedia saat ini mencapai 28.688 ekor, sementara estimasi kebutuhan masyarakat diperkirakan di angka 18.525 ekor,” ujar Fadly Sufiani, Rabu (13/5/2026).

​Penyediaan stok dalam jumlah besar ini juga mempertimbangkan tren pemotongan hewan kurban di Kaltim yang terus merangkak naik. Fadly mencatat adanya lonjakan signifikan dari sekitar 11 ribu ekor pada tahun 2024 menjadi 17 ribu ekor pada tahun 2025, yang menunjukkan antusiasme ibadah masyarakat semakin tinggi.

​”Tren pemotongan hewan kurban di wilayah Benua Etam terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data lapangan, jumlah pemotongan pada 2024 yang berkisar di angka 11 ribu ekor melonjak tajam menjadi sekitar 17 ribu ekor pada tahun 2025,” jelasnya mengenai basis data proyeksi tahun ini.

​Selain sapi, pemerintah juga memastikan ketersediaan komoditas lain seperti kambing sebanyak 9.422 ekor dan domba sebanyak 1.284 ekor. Menariknya, minat masyarakat terhadap domba tahun ini dilaporkan mengalami peningkatan, baik untuk keperluan ibadah kurban maupun tujuan peternakan di berbagai wilayah Kaltim.

​Terkait teknis pembelian, Fadly mengimbau masyarakat untuk memperhatikan aspek kesehatan hewan selain melihat faktor harga yang saat ini berkisar antara Rp17 juta hingga Rp120 juta per ekor. Ia memastikan tim DPKH di kabupaten dan kota akan terus mengawal kesehatan ternak di lapangan hingga hari pelaksanaan kurban.

​”Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan hewan kurban yang dibeli dalam kondisi sehat dan tidak cacat. DPKH bersama jajaran di kabupaten dan kota akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap distribusi dan kesehatan hewan di lapangan hingga hari pelaksanaan kurban,” pungkas Fadly Sufiani.(MYG)

 

Loading

By redaksi