SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam mendorong kemajuan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah mendapat respons positif dari legislatif. Berbagai program stimulus mulai dari sektor permodalan, fasilitas ruang dagang, hingga pelatihan intensif dinilai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan di Kota Tepian.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Samarinda, Sani Bin Husain. Dirinya menilai kebijakan ekonomi yang digulirkan oleh jajaran pemerintah kota saat ini sangat berorientasi pada kesejahteraan para pelaku usaha lokal.
Menurut Sani Bin Husain, salah satu indikator kuat dari bentuk perhatian pemerintah daerah adalah peluncuran program Kredit Berusaha Beruntung dan Berkah atau Kredit Batuah. Program permodalan ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha karena menawarkan pinjaman tanpa bunga yang sangat meringankan beban modal kerja.
”Yang pertama ditunjukkan dari adanya Kredit Batuah, kredit tanpa bunga kan. Yang kedua diadakannya acara-acara, bahkan ada penutupan jalan di Kusuma Bangsa untuk mereka berjualan melalui program car-free-day dan car-free-night pada hari tertentu. Jadi Pemerintah Kota ini perhatian,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, Selasa (28/5/2026).
Selain dukungan fasilitas tempat dan modal, perhatian pemerintah daerah juga menyentuh aspek peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui koordinasi bersama Dinas Perdagangan Kota Samarinda, pemerintah secara konsisten memberikan pendampingan teknis mulai dari standarisasi kemasan produk hingga pembinaan lanjutan agar pelaku usaha siap bersaing di pasar modern.
Sani Bin Husain menambahkan, kolaborasi lintas sektor yang ditunjukkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Samarinda dalam menggelar berbagai kegiatan olahraga maupun hiburan di GOR Segiri juga memberikan dampak turunan yang positif. Penyelenggaraan acara berskala besar terbukti mampu menyedot perputaran ekonomi dan menaikkan omzet penjualan para pedagang lokal di sekitar area kegiatan.
”Kami melihat dari indikator-indikator tersebut, Pemerintah Kota ini sangat memperhatikan perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Setiap ada pertandingan sepak bola seperti Borneo Football Club atau acara hiburan lainnya, pasti membawa imbas positif bagi sektor perdagangan masyarakat,” jelas Sani Bin Husain.
Melalui sinergi yang kuat antara regulasi pemerintah kota dan pengawasan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, program pemberdayaan ekonomi ini diharapkan dapat terus berkesinambungan. Kehadiran ruang-ruang usaha yang inklusif ini diyakini mampu mempercepat transformasi Samarinda sebagai kota pusat peradaban yang mandiri secara ekonomi.(ADV/MYG)
![]()
