SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pengelolaan kawasan Teras Samarinda oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda mulai menunjukkan tren finansial yang positif. Sempat mengalami masa sulit di awal pembukaan akibat minimnya angka kunjungan, badan usaha milik daerah tersebut kini melaporkan adanya perputaran omzet yang mampu berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pendapatan daerah tersebut bersumber dari beberapa sektor komersial yang berjalan di dalam kawasan publik tepian sungai tersebut. Selain dari retribusi, kontribusi juga didapatkan melalui bagi hasil keuntungan bersih atas pengelolaan seluruh fasilitas yang ada.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsudin Hamade, menguraikan bahwa setoran kepada pemerintah kota didapatkan dari pajak restoran dan penataan parkir. Ia menambahkan, skema kontribusi perusahaan juga mengacu pada aturan pembagian keuntungan tahunan yang wajib diserahkan kepada kas daerah.
”Kalau kontribusi tentu ada. Dari parkir ada, pajak restoran juga ada yang masuk ke daerah. Kemudian kalau Perumda memperoleh keuntungan, 30 persen laba disetorkan sebagai kontribusi kepada PAD,” ujar Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsudin Hamade, Selasa (2/6/2026).
Syamsudin Hamade tidak menampik bahwa pada tahun sebelumnya, manajemen sempat tertekan oleh tingginya biaya operasional harian. Biaya untuk pos pengamanan, kebersihan lingkungan, serta pasokan listrik berkala tetap berjalan penuh meskipun iklim bisnis di dalam kawasan tersebut belum stabil.
Kondisi tersebut mulai berbalik setelah pihak perusahaan daerah menerapkan strategi baru dengan membuka ruang bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta menggandeng berbagai komunitas lokal untuk meramaikan kawasan. Langkah ini dinilai efektif dalam mendongkrak angka kunjungan masyarakat secara konsisten.
”Tahun lalu kami menghadapi kondisi yang cukup berat karena kawasan masih sepi. Tetapi biaya operasional tetap berjalan. Namun tahun ini kondisinya sudah berbeda. Alhamdulillah kami sudah mulai memperoleh keuntungan,” jelas Syamsudin Hamade.
Kendati mulai membukukan laba, besarnya volume kunjungan warga kini menyisakan persoalan baru berupa keterbatasan ruang parkir kendaraan bermotor. Pihak manajemen menilai kendala ini sebagai tantangan positif yang menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Teras Samarinda berjalan melebihi proyeksi awal perusahaan.(MYG)
![]()
