SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda melalui Komisi IV (Empat) tengah mematangkan perencanaan regulasi anggaran terkait pembenahan fasilitas fisik pendidikan di wilayah setempat. Berdasarkan hasil inventarisasi data pembangunan terbaru, parlemen mencatat terdapat 50 (lima puluh) bangunan sekolah yang masuk dalam daftar usulan program perbaikan infrastruktur.
Langkah pemetaan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar ini dirancang secara cermat demi mengoptimalkan kenyamanan para siswa dan tenaga pengajar. Dalam rencana penganggaran tersebut, sebaran alokasi pembenahan fisik akan dibagi secara proporsional dengan menyasar sebanyak 35 Sekolah Dasar (SD) serta 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Kota Samarinda.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Muhammad Novan Syahronie Pasie menjelaskan bahwa alokasi anggaran yang sedang diproyeksikan untuk program ini diperkirakan akan menyentuh kisaran angka 50 miliar hingga maksimal mendekati 100 miliar rupiah. Pembatasan nilai ini disesuaikan guna memastikan kesinambungan postur keuangan daerah tetap sehat.
“Total anggaran penataan sarana prasarana tersebut diproyeksikan berkisar antara 50 miliar hingga maksimal 100 miliar rupiah untuk beberapa titik sekolah. Usulan perbaikan fisik ini paling banyak dialokasikan untuk tingkat Sekolah Dasar karena jumlah sekolahnya di Samarinda memang jauh lebih banyak dibandingkan dengan tingkat Sekolah Menengah Pertama,” kata Novan Syahronie Pasie.
Lebih lanjut, Komisi IV menegaskan bahwa seluruh usulan program yang masuk ke dalam instrumen penganggaran baru tersebut difokuskan secara khusus hanya untuk kategori pembenahan atau rehabilitasi skala ringan. Kebijakan ini diambil lantaran keterbatasan kondisi fiskal daerah yang mengharuskan penggunaan anggaran dibagi secara efisien ke sektor pelayanan publik lainnya.
Novan menambahkan bahwa untuk program rehabilitasi berskala besar atau berat akibat bencana alam pada tahun anggaran berjalan saat ini seluruhnya telah berhasil diselesaikan oleh pemerintah daerah secara tuntas.
“Anggaran perbaikan ini diproyeksikan untuk target tahun 2027 mendatang, dan kami berharap usulan ini bisa terealisasi sepenuhnya. Sementara untuk program perbaikan berskala berat yang terkena dampak bencana alam pada tahun ini, seperti di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 5, semuanya sudah rampung dibenahi,” pungkas Muhammad Novan Syahronie Pasie.(ADV/MYG)
![]()
