SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Cold Storage di kawasan Harapan Baru menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam menghadirkan terobosan pelayanan publik berorientasi hasil (result-oriented). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat tata niaga perikanan yang higienis, adil, dan modern di Kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan apresiasi khusus kepada Dinas Perikanan Kota Samarinda yang berhasil merealisasikan proyek strategis tersebut di tengah tuntutan efisiensi anggaran daerah.

“Yang dibutuhkan dari perangkat daerah itu adalah hasil nyata, bukan sekadar presentasi. Pembangunan TPI dan cold storage di Harapan Baru ini adalah peristiwa hebat yang manfaatnya akan terasa jangka panjang bagi perekonomian daerah,” ujar Andi Harun.

Keberadaan cold storage berkapasitas 120 ton menjawab persoalan klasik fluktuasi harga ikan yang kerap meresahkan masyarakat dan nelayan. Dengan adanya ruang pendingin, Pemkot Samarinda memiliki daya tawar dalam menjaga keseimbangan pasokan.

“Kenapa harga ikan di TPI selalu berfluktuasi tajam? Karena dulu kita tidak punya pendingin. Sekarang kalau ada yang mau memainkan harga, kita beli dan masukkan ke cold storage. Nelayan diuntungkan karena harganya terlindungi, dan pasokan untuk masyarakat tetap terjamin,” paparnya.

Ke depan, TPI Harapan Baru yang saat ini memiliki 22 lapak pedagang akan dikembangkan dengan standar kebersihan tinggi. Pemkot Samarinda bertekad mengubah citra TPI yang identik dengan kumuh dan becek menjadi area perdagangan yang bersih.

“Kita akan jadikan TPI Samarinda berbeda dari daerah lain. Pedagangnya tertata pakai pakaian rapi, tidak ada air menggenang, dan bebas bau. Namun, ruang komunikasi dan interaksi tawar-menawar tradisionalnya tetap kita pertahankan. Ini bentuk inovasi pelayanan yang terus kita dorong di semua instansi,” tutup Andi Harun.(MYG)

Loading

By redaksi