SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Menjelang pengoperasian Teras Samarinda Segmen 2, Pemerintah Kota Samarinda mulai mematangkan berbagai aspek pendukung, khususnya rekayasa kantong parkir bagi para pengunjung. Pemkot Samarinda menyiapkan skema kolaborasi dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di sekitar kawasan agar tidak memicu kemacetan baru.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa pemerintah berencana menjajaki kerja sama pemanfaatan lahan parkir dengan pengelola Pasar Pagi serta pengurus masjid terdekat.

“Aktivitas perdagangan di Pasar Pagi itu biasanya mulai melandai pada sore hari. Sementara, puncak kunjungan warga ke Teras Samarinda justru terjadi dari sore hingga malam hari. Perbedaan pola waktu ini yang coba kita sinergikan,” jelas Marnabas Patiroy, Senin (10/8/2026).

Melalui integrasi kantong parkir tersebut, Pemkot Samarinda tidak perlu membuang anggaran daerah hanya untuk membangun gedung atau lahan parkir baru di area Teras Segmen 2. Pemanfaatan fasilitas sekitar dianggap menjadi solusi efisien yang saling menguntungkan.

Di samping masalah parkir, Pemkot Samarinda saat ini tengah mengejar perbaikan sejumlah detail fasilitas fisik yang masih kurang sempurna di area Segmen 2.

“Kawasan ini harus benar-benar siap dan rapi sebelum ditinjau langsung oleh Pak Wali Kota. Semua kekurangan fasilitas kita benahi dulu sebelum serah terima pengelolaan dilakukan secara resmi,” terangnya.

Untuk tahap awal, pengelolaan Teras Samarinda Segmen 2 akan diambil alih sepenuhnya oleh Pemkot Samarinda hingga akhir tahun 2026. Namun, tidak menutup kemungkinan pengelolaan akan dialihkan ke pihak ketiga jika ada investor yang dinilai layak pada Oktober mendatang.

Marnabas berharap kehadiran Teras Samarinda Segmen 2 tidak sekadar menjadi landmark atau estetika kota baru, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata sebagai wadah interaksi warga yang mudah diakses.

“Harapan kami kehadiran Segmen 2 ini tidak hanya menjadi ruang publik baru yang cantik, tetapi juga mendukung aktivitas sosial warga tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai fasilitas umum yang mudah dan murah diakses semua lapisan masyarakat,” tutupnya.(MYG)

Loading

By redaksi