SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Menurunnya curah hujan mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku di Waduk Benanga. Kondisi tersebut turut memengaruhi produksi air bersih di IPA Gunung Lingai yang kini hanya beroperasi sekitar 40 persen dari kapasitas rata-ratanya.
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi air baku sekaligus menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
“Penurunan air baku di Waduk Benanga turut berdampak pada produksi di IPA Gunung Lingai. Saat ini ketersediaan air baku mengalami kekurangan sehingga operasional IPA Gunung Lingai berada pada 40 persen dari kapasitas rata-rata,” ucap Cevi, Selasa (15/9/2026).
Untuk menjaga pasokan air baku sekaligus mempertahankan kontinuitas produksi, Pemkot Samarinda melalui Dinas PUPR mulai melakukan penggalian jalur dari Area Dayung menuju Area Intake Benanga. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengantisipasi semakin menurunnya pasokan air baku apabila kondisi tanpa hujan terus berlangsung.
Cevi mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Apabila hujan belum turun dalam beberapa hari ke depan, kapasitas produksi IPA Gunung Lingai berpotensi kembali mengalami pengurangan.

“Kalau kondisi tanpa hujan terus berlangsung, dalam empat hari ke depan berpotensi dilakukan pengurangan kembali terhadap kapasitas produksi IPA Gunung Lingai,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Perumda Tirta Kencana juga memperkuat koordinasi dengan Satgas untuk mendukung suplai air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni pendistribusian air melalui Terminal Umum menggunakan mobil tangki. Skema ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat apabila pasokan dari jaringan mengalami keterbatasan.
Selain itu, masyarakat diimbau mengaktifkan Terminal Mandiri sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan air. Perumda Tirta Kencana berharap masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan sembari kondisi air baku terus dipantau.
“Kami terus berupaya menjaga pasokan dan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama berdoa agar hujan segera turun sehingga kondisi air baku dapat kembali membaik dan pelayanan air bersih tetap terjaga,” kata Cevi.
Ia menambahkan, dukungan dan kerja sama masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi kondisi ketersediaan air baku yang tengah menurun.
Perumda Tirta Kencana memastikan pemantauan terhadap Waduk Benanga dan kondisi produksi IPA Gunung Lingai terus dilakukan sebagai dasar dalam menentukan langkah pelayanan selanjutnya.
“Terima kasih atas pengertian, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat,” pungkas Cevi.(zz)
![]()
