SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pihak pengembang perumahan Grand City (PT Bumi Samarinda Damai) angkat bicara menanggapi polemik dan keberatan yang disampaikan warga Perumahan Keledang Mas, Samarinda Seberang. Manajemen memastikan seluruh masukan warga akan diakomodasi melalui perbaikan pola komunikasi dan realisasi komitmen kesepakatan bersama.
Kalimantan Division Head Perumahan Grand City, Limjan Tambunan, menjelaskan bahwa kehadiran perusahaannya di lokasi tersebut adalah untuk melanjutkan dan menyempurnakan kawasan hunian lama dengan konsep yang lebih modern, serupa dengan portofolio proyek mereka di Balikpapan.
Terkait perubahan gerbang utama yang dipersoalkan, Limjan menegaskan bahwa identitas perumahan lama tetap dipertahankan dengan sentuhan desain arsitektur yang lebih ikonik dan artistik sebagai etalase kawasan Samarinda Seberang.
“Kami datang melanjutkan perumahan yang lama dan bawa nuansa baru dengan strategi berbeda. Identitas perumahan Keledang Mas tetap kami tampilkan di desain baru yang lebih ikonik dan artistik. Mengenai peninggian dan pelebaran jalan dari row 18 menjadi row 23, jalurnya akan kita lebarkan agar tembus sampai ke Ar-Rafi,” jelas Limjan Tambunan, Senin (2/11/2026).
Limjan menepis kekhawatiran warga terkait penutupan akses jalan umum. Berbeda dengan proyek di kota lain yang menerapkan pembatasan ketat demi keamanan, di Samarinda akses jalan kawasan tersebut dipastikan tetap dibuka bebas selama 24 jam guna menjaga kelancaran aktivitas ekonomi warga sekitar.
Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi teknis untuk mengatasi masalah bottleneck (penyempitan saluran) di sekitar Jalan Bung Tomo yang selama ini menjadi pemicu genangan air.
Menyinggung sembilan poin kesepakatan dengan warga yang dimediasi pihak kecamatan, Limjan menyebut delapan poin di antaranya seperti penyiraman debu, pemasangan rambu, jaring, hingga pengaturan jam kerja telah diupayakan penuhi. Adapun satu poin tersisa terkait opsi pembelian kembali (buyback) rumah warga di Blok M masih dalam proses kajian harga independen.
“Satu yang masih kami pelajari adalah kesempatan potensi buyback di Blok M yang mencakup sekitar enam sampai delapan rumah. Kami adalah perusahaan Go Public yang transparan, sehingga penawaran harga nantinya harus didasarkan pada hasil penilaian tim appraisal (penilai independen) yang cocok,” pungkasnya.(MYG)
![]()
