SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Komisi IV DPRD Kota Samarinda mengadakan rapat hearing dengan BPJS Kesehatan Samarinda untuk membahas koordinasi program kerja terkait pelayanan kesehatan di kota ini.

Rapat tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan sinergi antara DPRD, pemerintah, dan BPJS Kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahroni, menyampaikan pentingnya memperjelas mekanisme pendaftaran peserta BPJS Kesehatan.

“Pendaftaran peserta BPJS dilakukan melalui pemerintah kota, namun DPRD perlu mengetahui proses detailnya. Sosialisasi perwali yang menjadi dasar aturan ini juga harus ditingkatkan agar masyarakat memahami prosedurnya,” kata Novan ditemui usai rapat di Kantor DPRD Samarinda, Senin 6/1/2024).

Ia menegaskan bahwa DPRD akan memberi perhatian lebih terhadap fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas. Hal ini bertujuan memastikan tidak ada diskriminasi dalam pelayanan kesehatan.

“Kami akan melakukan tinjauan lapangan dalam dua hari ke depan untuk melihat pelayanan kesehatan di puskesmas dan fasilitas umum lainnya. Kami ingin memastikan standar pelayanan yang setara bagi semua masyarakat,” tambah Novan.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Samarinda, Citra Jaya, memaparkan kondisi terkini terkait kepesertaan dan layanan kesehatan di kota tersebut. Menurutnya, hipertensi dan diabetes menjadi dua penyakit dengan prevalensi tertinggi di Samarinda.

“Hipertensi dan diabetes adalah dua penyakit yang mendominasi. Keduanya sering menjadi pemicu penyakit lain yang lebih serius,” ungkap Citra.

Selain itu, Citra juga mengungkapkan tingginya biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan untuk layanan kesehatan di Samarinda.

“Pada tahun 2024, BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya hampir 1 triliun rupiah untuk menanggung layanan kesehatan di kota ini. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejauh ini,” jelasnya.

Tingginya biaya ini, menurut Citra, disebabkan oleh meningkatnya jumlah peserta yang membutuhkan layanan kesehatan serta kompleksitas penyakit yang mereka derita.

“Setiap tahun, biaya yang harus dikeluarkan terus meningkat. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap pencegahan penyakit, terutama hipertensi dan diabetes,” ujarnya.(DV/MYG)

Loading

By redaksi