SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Dalam rangka memperkuat keilmuan, seluruh kader posyandu yang mengikuti pelatihan kompetisi dasar mengimplementasi seluruh dasar teori ke praktik di lapangan. Praktik lapangan tersebut dilaksanakan di beberapa posyandu di Kota Samarinda, Rabu (21/5/2025).

Salah satunya di Posyandu Meranti, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan. Ada 3 kelompok kader posyandu yang melakukan praktik lapangan ini. Satu kelompok terdiri dari 5 orang.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda, Dr Rudy Agus Arianto mengungkapkan, kegiatan pelatihan ini sebagai rangkaian program Akselerasi Gorong Royong untuk Stunting (AGUS). Kader posyandu tidak menyasar ke balita semata, namun seluruh kelompok usia.

“Jadi ada lansia, ada ibu hamil, ibu menyusui, pasangan usia subur, remaja, dewasa. Nah untuk itulah kader, namanya dia sudah menjadi bagian dari suatu sistem, standar operasionalnya harus sama. Artinya antara nakes (tenaga kesehatan), kader, bahkan untuk nakes yang lebih terampil seperti dokter spesial, standarnya harus sama,”paparnya.

Saat ini merupakan angkatan ke-19 dalam pelatihan kompetensi dasar. Ada 25 kader posyandu yang berasal dari seluruh Kecamatan Samarinda.

25 kader tersebut telah melaksanakan pelatihan secara teori dan simulasi. Sehingga, para kader lebih siap untuk melanjutkan praktik lapangan pada hari ini.

“Mereka menerapkan semua ilmu yang sudah didapat di pelatihan kompetensi dasar. Kita datangkan semua kelompok umur, mereka harus mulai berlatih, mulai kembali melakukan pengukuran. Kemudian pertanyaan-pertanyaan sesuai langkah. Sekarang kan ada 5 langkah ya,”jelasnya.

Tak hanya itu, para kader juga belajar melakukan kunjungan rumah. Kunjungan rumah ini menjadi salah satu inovasi yang diterapkan oleh DKK Samarinda untuk menghidupkan Posyandu sebagai layanan primer yang terintegrasi.
 
“Jadi integrasi layanan primer itu adalah kemampuan kader untuk komunikasi dan melakukan kunjungan rumah. Tujuannya kunjungan rumah itu adalah mendekatkan layanan kesehatan lebih dekat ke masyarakat,”ujar Rudy.

Setelah pelatihan ini, pembinaan terhadap kader posyandu tidak berhenti. DKK Samarinda menegaskan bahwa pelatihan merupakan langkah awal. Karena pihaknya akan melakukan pembinaan melalui pre-test hingga post-test.
 
“Jadi setelah semua selesai, kader yang sudah dilatih ke setiap puskesmas. Setelah itu tugas puskesmas adalah mendampingi mereka. Puskesmas yang menilai kompetensi para kadernya,”terangnya.
 
Bagi para kader yang memiliki nilai kompetensi baik selama proses pelatihan hingga pasca pelatihan, maka kader tersebut akan mendapatkan tanda kecakapan.
 
Selain itu pula, DKK Samarinda akan melakukan penilaian kader se-Samarinda tiap tahun. Pihaknya akan memberi apresiasi kepada pemenangnya.

“Tapi ini sebetulnya bukan perlombaan, semuanya pemenang. Tapi kita ingin mengapresiasi terhadap kader yang berhasil melaksanakan kompetensinya,”tegasnya.
 
Paling utama dari kegiatan pelatihan ini ialah proses pembelajaran para kader untuk meningkatkan kompetensinya terus dalam menurunkan angka stunting dan menghidupkan posyandu.
 
“Bertahap, berjenjang, nggak instan supaya hasilnya menetap,”kuncinya.(ADV/DY*)

Loading

By redaksi