
BALIKPAPAN, Cakrawalakaltim.com — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus menjaga arah kebijakan pembinaan olahraga di daerah agar berjalan sesuai rencana dan tidak tumpang tindih. Dengan banyaknya pihak yang terlibat, mulai dari organisasi keolahragaan hingga Dispora kabupaten/kota, peran koordinasi Dispora Kaltim dinilai sangat vital.
Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, menuturkan bahwa pembagian tugas sudah diatur secara jelas untuk memastikan setiap bentuk pelatihan berjalan tepat sasaran.
“Pelatihan itu memang tidak bisa disamaratakan. Untuk olahraga tradisional, itu ranah kami. Tapi untuk olahraga prestasi, pelaksanaannya ada di bidang yang menangani peningkatan prestasi. Semua sudah diatur,” jelas Thomas, Kamis (3/7/25).
Ia menegaskan, meskipun terdapat banyak lembaga dengan kewenangan otonom, koordinasi tetap menjadi kunci agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan maupun penggunaan anggaran.
“Dana hibah itu kami salurkan ke KONI, tapi tetap dalam pengawasan kami. Artinya, meskipun otonom dalam pelaksanaan, koordinasi tetap harus dijaga,” ujarnya.
Selain KONI, beberapa organisasi lain seperti KORMI, NPC, BAPOMI, BAPOPSI, dan sejumlah lembaga lain juga mendapatkan dukungan anggaran. Thomas menekankan bahwa meskipun masing-masing organisasi memiliki kebebasan menjalankan program sesuai cabang olahraga yang dikelola, Dispora tetap memegang posisi sebagai pemimpin arah kebijakan.
“Kami ini pemegang kebijakan utama. Ada anggaran murni yang langsung digunakan oleh Dispora, dan ada juga anggaran hibah yang difasilitasi lewat kami. Posisi kami tetap sebagai leader,” tandasnya.
Menurutnya, sistem pembinaan olahraga yang terstruktur memerlukan kolaborasi lintas sektor, dengan Dispora sebagai poros pengarah.
“Di tingkat kabupaten/kota, Dispora setempat menjalankan pelatihan di wilayahnya. Tapi kami tetap berkoordinasi agar arah kebijakan dan pelaksanaan bisa sejalan. Bahkan organisasi juga bisa menyelenggarakan pelatihan sendiri,” imbuhnya.
Thomas meyakini bahwa pola kerja sama semacam ini memberikan ruang fleksibilitas kepada organisasi, sekaligus memastikan seluruh program pembinaan selaras dengan perencanaan pembangunan olahraga daerah.
“Keberhasilan pembinaan olahraga sangat ditentukan oleh kerja sama yang terstruktur dan pembagian peran yang jelas, bukan oleh tumpang tindih pelaksanaan,” tutupnya.
Dispora Kaltim berkomitmen mempertahankan fungsi sebagai penjaga arah kebijakan olahraga daerah agar pembinaan atlet, pelestarian olahraga tradisional, hingga peningkatan prestasi berjalan optimal sesuai visi pembangunan daerah.(ADV/DISPORA KALTIM)
![]()
