SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com — Semangat kebersamaan dan gotong royong terasa begitu kuat dalam pelaksanaan ibadah qurban di Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Borneo Mukti 2, Jalan Damanhuri 2 RT 41, Kelurahan Mugirejo, Samarinda, Rabu (27/5/2026). Warga tampak antusias bergotong royong sejak pagi hari, mulai dari proses penyembelihan, pengemasan hingga pendistribusian daging qurban kepada masyarakat sekitar.
Pada Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini, panitia qurban Masjid Al-Muhajirin menyembelih total 21 hewan qurban yang terdiri dari 9 ekor sapi, 11 ekor kambing, dan 1 ekor domba. Seluruh hewan qurban berasal dari para pekurban warga Perumahan Borneo Mukti 2 dan Bukit Hijau.
Tingginya jumlah hewan qurban tersebut menjadi cerminan tumbuhnya kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Tidak hanya menjalankan ibadah, warga juga menjadikan momentum Idul Adha sebagai ajang memperkuat silaturahmi dan solidaritas sosial antarwarga.
Ketua Pengurus Masjid Al-Muhajirin, Dr. H. Hudali Mukti, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan qurban tahun ini. Ia mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang kembali mempercayakan penyembelihan hewan qurbannya kepada panitia masjid.
“Pelaksanaan qurban tahun ini berjalan lancar. Para pekurban telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat sekitar. Semoga amal ibadah ini dibalas Allah SWT dengan pahala yang setimpal dan rezeki yang berlipat ganda,” ujar Hudali.
Hudali yang sehari-hari berprofesi sebagai advokat menjelaskan, dari total 9 ekor sapi qurban, sebanyak 4 ekor merupakan qurban mandiri atau perorangan, sementara 5 ekor lainnya berasal dari sistem arisan qurban warga. Menurutnya, sistem arisan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata budaya gotong royong yang terus terjaga di lingkungan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal qurban, tetapi bagaimana warga saling membantu dan bersama-sama menghadirkan manfaat bagi sesama. Kebersamaan seperti ini yang harus terus dijaga,” katanya.
Pelaksanaan qurban di Masjid Al-Muhajirin juga mengedepankan standar halal dan ketentuan syariat Islam. Proses penyembelihan dilakukan oleh tim khusus yang telah memiliki sertifikasi halal. Bahkan, dua penyembelih utama yang bertugas telah mengantongi sertifikat resmi penyembelihan halal.
Selain itu, dalam pelaksanaan teknis, panitia juga masih memanfaatkan alat bantu penyembelihan hibah dari Dinas Peternakan yang hingga kini digunakan dengan baik guna mendukung kelancaran dan keamanan proses penyembelihan.
Usai proses pemotongan, panitia langsung bergerak melakukan pengemasan dan pendistribusian daging qurban kepada masyarakat sekitar. Distribusi dilakukan mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WITA dengan sasaran utama warga yang membutuhkan.
Hudali berharap momentum Idul Adha dapat terus menjadi penguat nilai kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini mempererat silaturahmi antarwarga dan memperkuat jiwa sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Hudali yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda.(zz)
![]()
