SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat untuk menstabilkan lereng di area Terowongan Jalan Kakap–Jalan Sultan Alimuddin setelah insiden longsor pada 12 Mei 2025. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan bahwa penanganan dilakukan secara teknis dan menyeluruh agar risiko longsor susulan dapat dicegah.
“Pekerjaan yang harusnya belakangan dikerjakan oleh kesepakatan semua pihak, tentu pemerintah dan DPRD. Ya sudah, untuk mencukupi yang prioritas ini, bagian pekerjaan terowongan yang dikerjakan belakangan ditunda saja di APBD Perubahan,” ungkap Andi, Rabu (9/7/2025).
Andi Harun menjelaskan bahwa anggaran stabilisasi lereng sebenarnya telah disiapkan dalam APBD Murni 2025, namun sempat ditunda untuk mendahulukan pekerjaan prioritas lainnya. Sayangnya, sebelum sempat dikerjakan, longsor lebih dulu terjadi.
Namun demikian, pihaknya bersama Dinas PUPR dan penyedia jasa langsung melakukan penanganan darurat. Bahkan Laboratorium ITB dilibatkan untuk meneliti akar masalah geologis yang menyebabkan longsoran, yang diketahui disebabkan oleh endapan talus di lereng curam.
“Kalau ini (longsoran) cepat dibersihkan di bawah, maka yang di atas akan bisa mudah bergerak lagi. Itu betul-betul pertimbangannya secara teknik geologi,” jelas Andi Harun.
Dalam APBD Perubahan 2025, Pemkot akan menggelontorkan dana sebesar Rp39–41 miliar untuk pekerjaan fisik stabilisasi lereng. Proyek ini akan menggunakan metode seperti rock bolting, shotcrete, dan retaining wall, serta pengaturan sistem drainase dan revegetasi.
“Di samping tentu pengaturan mode drainase. Sehingga ketika hujan datang, air tidak ada yang tersimpan di kawasan terowongan, semua dibuang keluar,” tambahnya.
Andi Harun juga menegaskan bahwa prinsip keselamatan menjadi prioritas utama. Semua proses dilakukan secara matang sebelum mengajukan permohonan izin commissioning ke Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).
“Semua kita persiapkan dengan matang, semua siap, semua Insha Allah aman. Baru kita mohon izin ke KKJTJ untuk bisa diberi izin melakukan commissioning,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. Pemerintah menjamin seluruh pekerjaan teknis terowongan dilakukan secara profesional dengan pemantauan ketat.
“Pemkot Samarinda melalui Dinas PUPR tiap saat melakukan kajian dan pemantauan, serta berupaya untuk menyelesaikan ini (terowongan) sesuai dengan perencanaan yang kita tetapkan,” pungkas Andi Harun.(MYG)
![]()
