SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Menyusul insiden tabrakan yang kembali melibatkan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda menyiapkan sejumlah langkah strategis guna meningkatkan keamanan pelayaran di Sungai Mahakam.

Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi, menyampaikan bahwa pihaknya akan memperbaiki serta menambah fender dolphin sebagai pelindung pilar jembatan. Ketiadaan pelindung tersebut dinilai meningkatkan potensi terjadinya benturan kapal dengan struktur jembatan.

“Kita akan mengganti dolphin yang tertabrak dan menyesuaikan jumlahnya. Karena fender dolphin belum ada, nanti akan kita ganti dengan dolphin berbentuk kapal tunda,” kata Mursidi.

Tak hanya itu, KSOP juga akan membentuk posko terpadu yang melibatkan kepolisian, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk menertibkan aktivitas kapal yang melakukan tambat tidak sesuai aturan di sekitar Jembatan Mahulu.

“Bersama Kapolda dan unsur hukum lainnya, kami akan membentuk posko bersama untuk mengatur dan menertibkan tambatan ilegal,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi awal, Mursidi menyebutkan bahwa sebagian besar insiden dipicu oleh kapal larat yang bertambat di area terlarang, khususnya di dekat jembatan.

“Kebanyakan ini kapal larat karena tambat di tempat yang tidak sesuai ketentuan. Itu yang menjadi masalah utama,” katanya menegaskan.

Ia menjelaskan bahwa sesuai standar operasional prosedur, kapal dilarang bertambat di depan maupun di sekitar Jembatan Mahulu.

Jarak tambatan kapal yang dianggap aman berada pada radius minimal 1.000 hingga 1.200 meter dari jembatan.

“Kalau yang direkomendasikan sesuai SOP, jarak tambatan minimal 1.000 sampai 1.200 meter dari jembatan,” jelasnya.

KSOP Kelas I Samarinda memastikan penataan ulang tambatan kapal serta penguatan pengamanan pelayaran akan segera dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan.

“Tujuannya agar insiden serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan jembatan serta pengguna alur Sungai Mahakam dapat terjaga,” tutup Mursidi.(MYG)

Loading

By redaksi