SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Capaian Tes Kemampuan Akademik untuk mata pelajaran matematika di Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari jajaran legislatif. Hasil penilaian yang berada di bawah ekspektasi tersebut dinilai perlu dikaji secara mendalam oleh pemerintah daerah guna mengidentifikasi faktor-faktor krusial yang memengaruhi mutu pembelajaran siswa di lapangan.

Berdasarkan data kuantitatif, rata-rata nilai matematika siswa sekolah dasar di Samarinda berada di angka 42,41, tertinggal jauh dari nilai Bahasa Indonesia yang mencapai 60,14. Fenomena serupa juga terjadi pada jenjang sekolah menengah pertama, di mana rata-rata nilai matematika hanya menyentuh angka 40,34, berbanding terbalik dengan nilai Bahasa Indonesia yang berada pada posisi 60,83.

Mohammad Novan Syahronny Pasie, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda menilai bahwa anjloknya capaian numerasi ini tidak bisa dilepaskan dari masalah klasik yang hingga kini belum tuntas, yakni krisis jumlah dan kesejahteraan tenaga pendidik di daerah.

“Kalau bicara nasional berarti ada sesuatu yang terjadi pada mata pelajaran tersebut. Padahal berhitung itu sangat dibutuhkan dalam keseharian,” tutur Mohammad Novan Syahronny.

Pihak legislatif menegaskan bahwa persoalan rendahnya nilai matematika ini tidak boleh serta-merta dituduhkan pada kurikulum semata. Sebagai mata pelajaran dasar, esensi matematika terletak pada proses transfer ilmu di ruang kelas, yang mana performanya sangat bergantung pada kesiapan guru yang mengajar.

Komisi IV secara khusus menyoroti fakta di mana Samarinda saat ini masih mengalami kekurangan tenaga pendidik yang cukup masif. Kebutuhan guru yang belum terpenuhi di daerah diestimasi telah menembus angka 500 orang, dan diproyeksikan akan terus membengkak hingga lebih dari 700 guru pada akhir tahun.

Kondisi darurat ini memaksa banyak satuan pendidikan mengambil langkah instan dengan mengandalkan jasa pengajar lepas demi mengisi kekosongan jam pelajaran. Imbasnya, kualitas penyampaian materi kurikulum di ruang kelas menjadi tidak optimal.

“Langkah sekolah saat ini hanya bisa menggunakan guru lepas. Bicara kompetensinya belum tentu sudah maksimal karena digaji di bawah standar,” cetus Mohammad Novan Syahronny.

Desak Pemenuhan Kuota dan Peningkatan Kesejahteraan
Melalui evaluasi capaian akademik ini, DPRD Kota Samarinda mendesak pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memberikan atensi khusus terhadap pemenuhan kuota pengangkatan guru resmi di Kota Tepian.

Bagi legislatif, ketersediaan jumlah guru yang ideal serta jaminan kesejahteraan yang layak merupakan fondasi utama yang tidak boleh ditawar jika ingin mendongkrak prestasi belajar anak didik di Samarinda.

“Kita tidak boleh membiarkan angka statistik ini terus menurun. Pemkot harus jeli melihat akar masalahnya, sebab pendidikan yang berkualitas hanya bisa lahir dari tangan guru-guru yang kompeten dan dihargai secara layak,” pungkas Mohammad Novan Syahronny Pasie.(ADV/MYG)

Loading

By redaksi