SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Struktur geografis perairan di Kota Samarinda direncanakan masuk dalam draf rencana tata kota masa depan guna mengatasi problem perkotaan yang kian kompleks. Pihak DPRD Kota Samarinda mengusulkan adanya perubahan fungsi sungai agar dioptimalkan sebagai jalur transportasi masal sekaligus ruang pertumbuhan ekonomi baru.

Pemanfaatan jalur sungai dinilai menjadi opsi yang rasional untuk memecah konsentrasi kemandekan arus kendaraan yang kerap terjadi di sejumlah jalan protokol darat. Konsep ini menuntut adanya komitmen bersama antara pihak legislatif dan eksekutif dalam merombak pola pembangunan yang selama ini membelakangi sungai.

Momentum pembenahan ini diselaraskan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sempadan Sungai yang sedang difinalisasi oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Samarinda. Regulasi ini dirancang untuk menetapkan batas aman aktivitas publik di bantaran agar proyeksi pemanfaatan ekonomi tidak merusak kelestarian alam.

Anggota Komisi III PRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menerangkan bahwa sungai memiliki potensi besar yang belum tergali secara maksimal di sektor pariwisata dan logistik. Pembentukan ekosistem ekonomi baru di sepanjang koridor sungai diyakini mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pinggiran sungai.

“Sungai punya fungsi transportasi, sehingga dia juga nanti bisa punya fungsi ekonomi sebagai ekosistem pariwisata. Jadi dia bukan cuman sekadar tempat air mengalir menjadi penampungan, tetapi kita berharap menjadi opsi transportasi untuk Samarinda,” tutur Abdul Rohim.

Abdul Rohim menambahkan, beberapa kota modern di luar negeri telah lama membuktikan bahwa manajemen sungai yang terintegrasi mampu memunculkan daya tarik wisata bernilai tinggi. Keberhasilan negara luar dalam mengelola transportasi air tersebut diharapkan menjadi referensi utama bagi instansi teknis di Samarinda.

Langkah komunikasi secara berkala pun telah dijalin bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda untuk menganalisis kelayakan teknis kedalaman sungai dan jenis armada yang sesuai. Kajian komprehensif ini penting dilakukan agar operasional angkutan air nantinya dapat berjalan aman, efisien, dan ramah terhadap ekologi sungai.

“Dalam beberapa waktu lalu, saya juga sudah menyampaikan dalam pertemuan dengan Dishub untuk bisa merevitalisasi fungsi sungai. Di Samarinda ini kita berharap nanti seperti di beberapa kota-kota di luar negeri,” sambungnya.

DPRD Samarinda memastikan usulan strategis ini akan terus dikomunikasikan secara intensif agar diakomodasi ke dalam program kerja Pemerintah Kota Samarinda. Ketegasan dalam menentukan batasan zona ekonomi dan kawasan hijau dinilai menjadi kunci utama agar sungai di Samarinda dapat bertransformasi menjadi ikon daerah yang membanggakan secara ekologi.(ADV/MYG)

Loading

By redaksi