SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pengelolaan administrasi kerja sama publikasi di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda mulai diarahkan ke sistem digital. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda menyiapkan SIMPATI Media sebagai dashboard untuk menghimpun data dan dokumen perusahaan pers secara terintegrasi.
Sistem ini menjadi bagian dari upaya mengubah pola administrasi yang sebelumnya banyak mengandalkan dokumen fisik menjadi sistem berbasis data digital.
Penerapan SIMPATI Media diperkenalkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan insan pers dalam sosialisasi di Command Center Diskominfo Samarinda, Rabu (16/9/2026).
Kepala Diskominfo Samarinda, Dr. Aji Syarif Hidayatullah, S.Sos, M.Psi, mengatakan digitalisasi tersebut diharapkan dapat membuat proses administrasi kerja sama publikasi lebih seragam.
“Supaya kita nanti seragam, bahwa pemerintah kota bekerja sama dengan media yang memang memiliki persyaratan-persyaratan yang sudah ditetapkan,” ujar Aji yang akrab disapa Dayat.

Melalui SIMPATI Media, perusahaan pers dapat memasukkan dokumen persyaratan ke dalam sistem. Data tersebut selanjutnya dapat diakses OPD ketika membutuhkan informasi mengenai perusahaan pers yang akan menjadi mitra publikasi.
Menurut Dayat, penerapan sistem digital tersebut menjadi salah satu langkah Pemkot Samarinda untuk membangun tata kelola kerja sama publikasi yang lebih tertib, transparan, dan memiliki standar yang sama di seluruh perangkat daerah.
Melalui SIMPATI Media, proses pendataan, pemeriksaan dokumen, hingga penentuan perusahaan pers yang memenuhi persyaratan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berbasis data.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi perbedaan pola kerja sama antar-OPD sekaligus memberikan kepastian bagi perusahaan pers yang ingin menjadi mitra pemerintah.
Namun, sistem digital tersebut bukan hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen. Pemkot Samarinda juga tengah menyiapkan aturan yang akan mengatur standar persyaratan hingga besaran nilai kerja sama publikasi.
“Ke depannya kita ingin membuat semua menjadi baik. Dari sisi kami juga bagus, maka kita buat sama-sama, kita buat nanti standar-standarnya apa saja,” kata Dayat.
Ia menilai keberadaan media dalam ekosistem pemerintahan juga memiliki fungsi yang lebih luas. Media, menurutnya, dapat menjadi pihak yang memberikan perspektif lain terhadap berbagai program pembangunan.
“Media itu merupakan partner kita untuk sengaja membuat semacam feedback, koreksi terhadap pembangunan-pembangunan di Kota Samarinda,” ujarnya.

Dayat mengatakan, pemerintah memiliki sudut pandang tersendiri dalam menyampaikan sebuah program. Sementara perusahaan pers dapat melihat persoalan tersebut melalui perspektif yang berbeda, termasuk dari sisi masyarakat.
“Ketajaman media melihat itu. Jadi dia tidak mengangkat seperti apa yang kita tulis, tapi dari jendela-jendela yang lain yang dibuatnya,” jelasnya.
Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Diskominfo Samarinda, Dhanny Rakhmadi, S.H, mengatakan SIMPATI Media merupakan bagian dari perubahan mekanisme administrasi perusahaan pers.
Jika sebelumnya kelengkapan dokumen harus diperiksa dan dikelola secara manual, ke depan proses tersebut dilakukan melalui sistem digital.
“Pola sistem informasi yang tadinya secara manual dilakukan untuk pemenuhan persyaratan dokumen perusahaan menjadi digital,” ujar Dhanny.
Ia menjelaskan, dashboard akan membantu OPD melihat data perusahaan pers berdasarkan pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan.
“Tujuannya bagaimana OPD Pemerintah Kota Samarinda yang akan bekerja sama dengan teman-teman perusahaan pers dalam hal penyebarluasan informasi dan diseminasi informasi itu menjadi lebih mudah dalam aksesibilitas, standarisasi atau grading perusahaan-perusahaan pers dimaksud,” jelasnya.
Dalam penerapannya, SIMPATI Media tidak hanya diperuntukkan bagi Diskominfo. OPD lain yang memiliki kebutuhan kerja sama publikasi juga dapat memanfaatkan sistem tersebut.
Kewenangan kerja sama tetap berada pada masing-masing OPD sepanjang telah dianggarkan. Sedangkan SIMPATI Media berfungsi membantu proses pengecekan dan verifikasi dokumen perusahaan pers.
“Ini adalah kanal untuk memverifikasi dokumen perusahaan yang akan bekerja sama dengan pemerintah,” terang Dhanny.
Sosialisasi SIMPATI Media juga menjadi ruang bagi OPD dan perusahaan pers menyampaikan sejumlah pertanyaan serta masukan terkait mekanisme sistem.
Perwakilan Tribun Kaltim, Budi, mempertanyakan bagaimana proses verifikasi dilakukan, termasuk apakah kelengkapan dokumen nantinya berhubungan dengan klasifikasi dan nilai kerja sama.
Dhanny menjelaskan, klasifikasi atau clustering perusahaan pers akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Wali Kota (Perwali).
“Jadi nanti kita akan clustering di Perwali kualifikasi media yang berdasarkan persyaratan yang ada. Kemudian di dashboard ini juga memang belum kita buka satuan harganya,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Chusnul Muawanah, meminta penjelasan mengenai peran OPD dalam penggunaan SIMPATI Media.
Ia menanyakan mekanisme penyebarluasan informasi, termasuk posisi kanal komunikasi masing-masing OPD ketika sistem tersebut mulai diterapkan.
Menurut Dhanny, keberadaan SIMPATI Media tidak mengambil alih kewenangan OPD dalam menentukan kerja sama publikasi. Sistem lebih difungsikan sebagai sarana untuk memastikan dokumen perusahaan yang akan bekerja sama telah dapat diverifikasi.
Masukan lain datang dari perwakilan presisi.com, Oktavianus. Ia mengusulkan agar dashboard tidak berhenti pada pendataan dokumen perusahaan pers.
Menurutnya, sistem dapat dikembangkan dengan fitur yang mencatat hasil publikasi selama masa kerja sama, misalnya berupa tautan pemberitaan atau bukti publikasi.
Usulan tersebut dinilai sejalan dengan konsep pengembangan SIMPATI Media yang masih akan terus dilakukan.
“Sosialisasi kita hari ini kita memulai merubah skema dari penyediaan dokumen secara manual menjadi paperless,” kata Dhanny.
Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin, menilai sistem digital juga dapat memangkas kebutuhan pencetakan dokumen yang sifatnya berulang.
Ia mencontohkan company profile perusahaan pers. Dokumen yang telah tersimpan di dalam sistem dapat digunakan kembali ketika diperlukan sehingga tidak harus dicetak berulang kali.
Selain lebih praktis, penyimpanan secara digital juga dapat memudahkan proses pemeriksaan karena data tersedia dalam satu sistem.
Sementara itu, penerapan SIMPATI Media akan berjalan beriringan dengan penyusunan regulasi mengenai tata kelola kerja sama publikasi. Peraturan Wali Kota (Perwali) yang menjadi salah satu landasannya saat ini masih berada dalam proses penyusunan dan harmonisasi.
Dayat berharap seluruh perusahaan pers yang bekerja sama dengan Pemkot Samarinda dapat melengkapi data dan dokumen melalui SIMPATI Media.
Dengan semakin lengkapnya basis data tersebut, pemerintah dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai perusahaan pers yang memenuhi persyaratan sekaligus kebutuhan publikasi di masing-masing perangkat daerah.
Data yang terkumpul juga diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pemerintah dalam menyusun perencanaan kebutuhan publikasi dan anggaran pada tahun berikutnya.
Bagi Pemkot Samarinda, SIMPATI Media bukan sekadar perpindahan dokumen dari kertas ke layar. Sistem ini diarahkan menjadi bagian dari pembenahan administrasi agar proses kerja sama publikasi dapat berjalan lebih terstruktur, terdokumentasi, dan mudah diakses. (*)
![]()
