Samarinda, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Pusat dan Daerah terus berupaya maksimal dalam mengendalikan inflasi khususnya di kota tepian, terlebih dalam menghadapi bulan suci Ramdhan. salah satunya dengan meresmikan Kios SIGAP (Siap Jaga Harga dan Pasokan). Bertempat di Lt. 2 Pasar Segiri (Belakang Segiri Grosir) Jl. Pahlawan, Samarinda, pada Minggu (3/3/2024).
Kios Sigap merupakan inisiasi dari Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk membantu mengendalikan inflasi di daerah.
Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menyatakan bahwa peresmian tersebut merupakan langkah nyata dalam mengatasi inflasi dan juga memberikan apresiasi kepada Sekda Provinsi Kaltim,Sri Wahyuni dan Assisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Prov. Kaltim, Ujang Rahmad atas inovasi pembukaan toko penyimbang, yang menurutnya merupakan satu-satunya di Indonesia, serta Kios SIGAP ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota, jadi semua berperan dalam menjaga dan mengendalikan Inflasi.
Menyadari kondisi inflasi yang menjadi perhatian serius, Akmal Malik menyebut bahwa negara-negara distributor bahan pokok cenderung menutup diri dan menghentikan pengiriman ke Indonesia.
“Dengan semangat dari moto “Kaltim untuk Kemandirian, diharapkan Kalimantan Timur dapat mencapai kedaulatan pangan dan menjaga inflasi dengan baik,”ujarnya penuh harap.
Akmal menyebutkan Ini merupakan langkah yang nyata yang dilakukan oleh Kalimantan Timur untuk memastikan bahwasanya inflasi terkendali.
“Karena kita menyadari betapa persoalan-persoalan inflasi sangat menjadi perhatian Bapak Presiden dan juga Bapak Menteri Dalam Negeri dalam beberapa kali pidato beliau menyampaikan dunia sekarang ini tidak sedang baik-baik saja, Oleh karena itu, inisiatif seperti Kios SIGAP sangat penting untuk mendorong kemandirian pangan di Kalimantan Timur” ungkapnya.
Sementara dalam laporannya, Wawali menjelaskan jika Pemkot Samarinda juga terus melakukan upaya dalam menjaga inflasi daerah, dimana hingga saat ini masih terus terkendali yang dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik diposisi 6,58 persen.
“Perlu kami laporkan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Samarinda juga Jumat lalu sudah melakukan high level meeting dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, dimana langkah yang harus kami lakukan dengan menjaga ketersedian stok seperti beras agar tetap aman hingga posisi 6 bulan kedepan, begitu pun minyak goreng dan tepung aman hingga bulan April,” Imbuhnya
Begitu pula dengan posisi daging beku dimana sambung Rusmadi berdasarkan info dari Bulog dalam waktu dekat akan datang sebanyak 28 ton. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi masuk moment bulan Ramadan dan Idul fitri supaya tetap terjaga.
“Pemkot juga telah menyalurkan bantuan pangan pemerintah terhitung dari Januari, Februari dan persiapan di bulan Maret untuk 25.900 masyarakat penerima manfaat. Dan juga sudah dilakukan upaya operasi pasar murah dan bazar ikan,”urainya.
Tampak hadir dalam peresmian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kaltim, Budi Widihartanto, Sekretaris Diskominfo Kaltim, Edi Hermawanto Noor, Direktur Utama PT. Kaltim Melati Bhakti Satya, Aji M. Abidharta W. Hakim, Serta Kadis Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas. (*/ZF)
![]()
